{"id":18921,"date":"2026-06-26T16:58:48","date_gmt":"2026-06-26T09:58:48","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/06\/26\/afpi-penyaluran-pindar-capai-rp-1-388-t-sejak-2016-hingga-juni-2026\/"},"modified":"2026-06-26T16:58:48","modified_gmt":"2026-06-26T09:58:48","slug":"afpi-penyaluran-pindar-capai-rp-1-388-t-sejak-2016-hingga-juni-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/06\/26\/afpi-penyaluran-pindar-capai-rp-1-388-t-sejak-2016-hingga-juni-2026\/","title":{"rendered":"AFPI: Penyaluran Pindar Capai Rp 1.388 T Sejak 2016 hingga Juni 2026"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat total penyaluran kredit pinjaman daring sebesar Rp 1.388 triliun, terhitung mulai dari 2016 hingga Juni 2026. Ada sekitar 168,9 juta peminjam yang terdiri dari perorangan dan usaha.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar mengatakan, ada 94 perusahaan pinjaman daring yang memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kemudian, AFPI mencatat sebanyak 2,86 juta pemberi pinjaman, baik dari perorangan maupun perusahaan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201c<i>Outstanding loan<\/i> April 2026 itu Rp 102 triliun. Sekarang sudah sekitar Rp 115 triliun. TKB-nya (tingkat keberhasilan bayar) 95,38%. Dan 95% ini berarti di bawah 5% (yang tidak membayar dalam 90 hari),\u201d kata Entjik dalam acara <em>The Iconomics Indonesia Financial Summit 2026<\/em> di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (25\/6).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Masih soal kinerja, kata Entjik, kemudahan pinjaman yang ditawarkan pinjaman daring membuat industri <i>fintech P2P lending<\/i>\u00a0unggul dari jasa keuangan lainnya. Berdasarkan data OJK, akumulasi pembiayaan yang beredar di peminjam (<i>outstanding loan<\/i>) pinjaman daring mencapai 102,07 triliun, atau tumbuh 26,11% secara tahunan (yoy) pada April 2026. Sedangkan<i>\u00a0outstanding\u00a0<\/i>pinjaman perbankan sebesar Rp 8.755 triliun atau tumbuh 9,98% yoy, dan <i>outstanding<\/i>\u00a0pinjaman <em>multifinance<\/em> sebesar Rp 514,65 triliun, atau naik 2,08% yoy.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pencapaian itu, kata Entjik, mencerminkan semakin kuatnya peran pindar dalam memperluas akses pembiayaan masyarakat. Meski nominal pinjamannya kecil, Entjik menyebutkan, industri pindar mampu memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cJadi saat ini memang peran pindar cukup aktif, terutama di UMKM dan ultra mikro. Walaupun sama OJK kami diberi limit sampai Rp 5 miliar, kalau kita lihat rata-rata (pinjaman) di angka sekitar Rp 4 juta,\u201d ujar Entjik.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Masih kata Entjik, integrasi sektor perbankan dengan pinjaman daring akan semakin mendorong pertumbuhan kredit ke depan. Tentunya hal itu harus diiringi dengan dukungan regulasi, teknologi yang mumpuni, penguatan modal, dan tata kelola yang lebih ketat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurut Entjik, kolaborasi bank dan pinjaman daring bukan sekadar pilihan alternatif, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pembiayaan yang modern. AFPI pun berharap pihak berwenang dapat memberantas pinjaman <em>online<\/em> ilegal yang disinyalir membawa kerugian bagi masyarakat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKarena bank tidak bisa menyentuh, karena\u00a0<i>unbankable<\/i>. Bank bisanya kerja sama dengan kita. Contohnya begini, bank jadi <em>lender<\/em>, kami yang carikan nasabahnya. Karena kalau bank yang cari nasabah, itu membutuhkan\u00a0<i>cost\u00a0<\/i>yang tinggi. Pinjaman <em>online<\/em> ilegal ini tidak memiliki aturan, tidak beretika. Inilah yang menjadi kendala dari kita,\u201d ujar Entjik.<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.theiconomics.com\/accelerated-growth\/afpi-penyaluran-pindar-capai-rp-1-388-t-sejak-2016-hingga-juni-2026\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat total penyaluran kredit pinjaman daring sebesar Rp 1.388 triliun, terhitung mulai dari 2016<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18922,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,13],"tags":[],"class_list":["post-18921","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/KST_6633-150x150.jpg","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/KST_6633-300x193.jpg","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/KST_6633-768x495.jpg","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/KST_6633.jpg","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/KST_6633.jpg","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/KST_6633.jpg","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/KST_6633-392x272.jpg","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/KST_6633-390x205.jpg","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/KST_6633-130x90.jpg","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/KST_6633-799x445.jpg","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/KST_6633-150x150.jpg","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/KST_6633.jpg"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat total penyaluran kredit pinjaman daring sebesar Rp 1.388 triliun, terhitung mulai dari 2016","magazineBlocksPostCategories":["Business","News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/KST_6633.jpg",799,515,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/KST_6633-300x193.jpg",300,193,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/KST_6633-150x150.jpg",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/business\/\" rel=\"category tag\">Business<\/a> <a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18921","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18921"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18921\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18922"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18921"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18921"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18921"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}