{"id":18465,"date":"2026-06-22T14:58:12","date_gmt":"2026-06-22T07:58:12","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/06\/22\/peneliti-berhasil-seduh-kopi-pakai-gelombang-suara-jagat-gadget\/"},"modified":"2026-06-22T14:58:12","modified_gmt":"2026-06-22T07:58:12","slug":"peneliti-berhasil-seduh-kopi-pakai-gelombang-suara-jagat-gadget","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/06\/22\/peneliti-berhasil-seduh-kopi-pakai-gelombang-suara-jagat-gadget\/","title":{"rendered":"Peneliti Berhasil Seduh Kopi Pakai Gelombang Suara! \u2022 Jagat Gadget"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n                                <!-- Post Header --><\/p>\n<div class=\"jgauthor breakout\">\n<div class=\"jgavatar jgauthor__avatar\">\n                                        <img loading=\"lazy\" alt=\"\" src=\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4e66666dca27566d70f41681546ea520e37eea246d92248e0aca8480c17cd40a?s=60&amp;d=mm&amp;r=g\" srcset=\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4e66666dca27566d70f41681546ea520e37eea246d92248e0aca8480c17cd40a?s=120&amp;d=mm&amp;r=g 2x\" class=\"avatar avatar-60 photo\" height=\"60\" width=\"60\" decoding=\"async\"\/>                                    <\/div>\n<p>                                    <!-- Author Box --><\/p><\/div>\n<p>                                <!-- Post Content --><\/p>\n<p>Selama ini espresso identik dengan air panas bertekanan tinggi. Namun penelitian terbaru dari UNSW Sydney menantang anggapan tersebut. Tim peneliti berhasil membuat espresso tanpa menggunakan panas sama sekali, melainkan memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi.<\/p>\n<picture><source srcset=\"https:\/\/gadget.jagatreview.com\/wp-content\/webp-express\/webp-images\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1089x720.jpg.webp 1089w, https:\/\/gadget.jagatreview.com\/wp-content\/webp-express\/webp-images\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1633x1080.jpg.webp 1633w, https:\/\/gadget.jagatreview.com\/wp-content\/webp-express\/webp-images\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-720x476.jpg.webp 720w, https:\/\/gadget.jagatreview.com\/wp-content\/webp-express\/webp-images\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1536x1016.jpg.webp 1536w, https:\/\/gadget.jagatreview.com\/wp-content\/webp-express\/webp-images\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-2048x1355.jpg.webp 2048w\" sizes=\"(max-width: 1089px) 100vw, 1089px\" type=\"image\/webp\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-97152 aligncenter webpexpress-processed\" src=\"https:\/\/gadget.jagatreview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1089x720.jpg\" alt=\"mesin kopi  gelombang suara ultrasonik\" width=\"1089\" height=\"720\" title=\"Peneliti Berhasil Seduh Kopi Pakai Gelombang Suara! 1\" srcset=\"https:\/\/gadget.jagatreview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1089x720.jpg 1089w, https:\/\/gadget.jagatreview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1633x1080.jpg 1633w, https:\/\/gadget.jagatreview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-720x476.jpg 720w, https:\/\/gadget.jagatreview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1536x1016.jpg 1536w, https:\/\/gadget.jagatreview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-2048x1355.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1089px) 100vw, 1089px\"\/><\/source><\/picture>\n<p>Teknologi yang mereka kembangkan diberi nama ultrasonic espresso. Alih-alih memanaskan air hingga mendekati titik didih, metode ini menggunakan energi mekanis dari gelombang ultrasonik untuk mengekstrak rasa dan kafein dari bubuk kopi pada suhu ruang.<\/p>\n<h3>Gelombang Suara Jadi Pengganti Air Panas<\/h3>\n<p>Menariknya, hasil ekstraksi tetap mampu mencapai karakteristik espresso hanya dalam waktu kurang dari tiga menit. Prosesnya masih menggunakan keranjang espresso seperti mesin kopi pada umumnya. Bedanya, di sisi keranjang dipasang sebuah transduser logam kecil yang menghasilkan gelombang ultrasonik ketika diaktifkan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-97153 aligncenter\" src=\"https:\/\/gadget.jagatreview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Kopi-Pakai-Suara-Ultrasonic-1280x567.webp\" alt=\"mesin kopi  gelombang suara ultrasonik\" width=\"1280\" height=\"567\" title=\"Peneliti Berhasil Seduh Kopi Pakai Gelombang Suara! 2\" srcset=\"https:\/\/gadget.jagatreview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Kopi-Pakai-Suara-Ultrasonic-1280x567.webp 1280w, https:\/\/gadget.jagatreview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Kopi-Pakai-Suara-Ultrasonic-1920x850.webp 1920w, https:\/\/gadget.jagatreview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Kopi-Pakai-Suara-Ultrasonic-720x319.webp 720w, https:\/\/gadget.jagatreview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Kopi-Pakai-Suara-Ultrasonic-1536x680.webp 1536w, https:\/\/gadget.jagatreview.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Kopi-Pakai-Suara-Ultrasonic-2048x907.webp 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px\"\/><\/p>\n<p>Gelombang ini menciptakan fenomena yang disebut <em>acoustic cavitation<\/em>. Dalam proses tersebut, gelembung-gelembung mikroskopis terbentuk di dalam cairan lalu pecah dalam waktu sangat singkat.<\/p>\n<p>Saat gelembung itu meledak di dekat partikel kopi, muncul tekanan mikro yang membantu mengikis permukaan bubuk kopi. Efeknya, minyak kopi, senyawa rasa, aroma, dan kafein bisa larut ke dalam air jauh lebih cepat.\u00a0Dengan kata lain, sistem ini mengganti peran panas dengan agitasi mekanis berskala mikroskopis untuk mendorong proses ekstraksi.<\/p>\n<blockquote>\n<p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/gadget.jagatreview.com\/2026\/06\/samsung-aplikasi-kesehatan-anabul\/\">Samsung Siapkan Aplikasi Khusus Pantau Kesehatan Anabul! \u2022 Jagat Gadget<\/a><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3>Hemat Energi Hingga 75 Persen<\/h3>\n<p>Bagi pengguna rumahan, menghilangkan proses pemanasan air mungkin tidak terlalu terasa manfaatnya. Namun ceritanya berbeda untuk industri minuman kopi siap saji yang memproduksi kopi dalam jumlah besar setiap hari.\u00a0Tim peneliti memperkirakan metode ultrasonik dapat memangkas konsumsi energi hingga 75 persen karena tidak lagi membutuhkan proses pemanasan air.<\/p>\n<p>Keuntungan lainnya adalah fleksibilitas produksi. Karena kopi dihasilkan pada suhu ruang, cairan kopi bisa langsung dicampurkan ke minuman botolan atau produk berbasis susu tanpa perlu proses pendinginan tambahan. Konsentrat kopi juga lebih mudah disimpan dan didistribusikan sebelum diencerkan kembali di lokasi tujuan.<\/p>\n<h3>Rasa Kopinya?<\/h3>\n<p>Tantangan terbesar bukan hanya menghasilkan kopi yang secara kimia mirip espresso, tetapi juga memastikan rasanya tetap meyakinkan bagi penikmat kopi.\u00a0Untuk itu, tim yang dipimpin Dr. Francisco Trujillo melakukan berbagai penyesuaian, mulai dari ukuran gilingan kopi, rasio air dan kopi, hingga durasi paparan ultrasonik. Mereka menemukan waktu ideal ekstraksi berada di kisaran dua setengah hingga tiga menit.<\/p>\n<p>Hasil akhirnya kemudian diuji melalui sesi <em>blind tasting<\/em> yang melibatkan sekitar 100 peminum kopi reguler. Para peserta mencicipi empat jenis kopi, yakni espresso tradisional, espresso ultrasonik, serta kopi filter versi biasa dan ultrasonik.<\/p>\n<p>Hasilnya cukup mengejutkan. Mayoritas peserta tidak mampu membedakan espresso tradisional dengan espresso ultrasonik secara konsisten. Keduanya mendapat penilaian yang hampir sama dari sisi aroma, rasa, tingkat kepahitan, hingga preferensi keseluruhan.\u00a0Bahkan pada kategori kopi filter, versi ultrasonik justru lebih disukai karena dianggap memiliki rasa pahit yang lebih seimbang.<\/p>\n<p>Temuan ini membuka kemungkinan baru bagi industri kopi. Jika selama ini panas dianggap sebagai elemen wajib dalam pembuatan espresso, penelitian tersebut menunjukkan bahwa gelombang suara ternyata bisa menghasilkan hasil yang sangat mirip, dengan konsumsi energi yang jauh lebih rendah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.techspot.com\/news\/112838-scientists-made-espresso-sound-instead-heat-most-drinkers.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sumber<\/a><\/p>\n<p>                                <!-- Social Share --><br \/>\n                                                                <!-- Tags --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v12.0&amp;appId=112119402175363&#038;autoLogAppEvents=1\" type=\"4f920ea1bebdec4f5c0f137d-text\/javascript\">\n\t\t<\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/gadget.jagatreview.com\/2026\/06\/seduh-kopi-pakai-gelombang-suara\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selama ini espresso identik dengan air panas bertekanan tinggi. Namun penelitian terbaru dari UNSW Sydney menantang anggapan tersebut. Tim peneliti<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18466,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13,17],"tags":[],"class_list":["post-18465","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-technology"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1633x1080-150x150.jpg","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1633x1080-300x198.jpg","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1633x1080-768x508.jpg","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1633x1080-1024x677.jpg","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1633x1080-1536x1016.jpg","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1633x1080.jpg","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1633x1080-392x272.jpg","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1633x1080-390x205.jpg","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1633x1080-130x90.jpg","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1633x1080-800x445.jpg","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1633x1080-150x150.jpg","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1633x1080-1400x600.jpg"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Selama ini espresso identik dengan air panas bertekanan tinggi. Namun penelitian terbaru dari UNSW Sydney menantang anggapan tersebut. Tim peneliti","magazineBlocksPostCategories":["News","Technology"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1633x1080.jpg",1633,1080,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1633x1080-300x198.jpg",300,198,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/mesin-kopi-ultrasonik-1633x1080-150x150.jpg",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a> <a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/technology\/\" rel=\"category tag\">Technology<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18465","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18465"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18465\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18466"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}