{"id":18279,"date":"2026-06-20T13:42:18","date_gmt":"2026-06-20T06:42:18","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/06\/20\/piala-dunia-2026-warisan-persatuan-di-tengah-dunia-yang-terbelah\/"},"modified":"2026-06-20T13:42:18","modified_gmt":"2026-06-20T06:42:18","slug":"piala-dunia-2026-warisan-persatuan-di-tengah-dunia-yang-terbelah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/06\/20\/piala-dunia-2026-warisan-persatuan-di-tengah-dunia-yang-terbelah\/","title":{"rendered":"Piala Dunia 2026: Warisan Persatuan di Tengah Dunia yang Terbelah"},"content":{"rendered":" \r\n<br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fajar.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260620-WA0005-scaled-e1781932686272.webp\" \/><br><div>\n\t\t\t\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br\/><strong><em>Oleh: Muh. Nur Fajri Ramadhana, M.K.<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>PORTALUTAMA.NET<\/strong> \u2013 Sejarah sepak bola modern bermula di Inggris pada pertengahan abad ke-19, kemudian berkembang pesat hingga menjelma menjadi olahraga yang paling digemari di berbagai belahan dunia. Puncak perkembangan olahraga ini terjadi pada tahun 1930 ketika edisi pertama Piala Dunia resmi digelar di Uruguay dengan diikuti oleh 13 tim dari tiga benua yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejak saat itu, kompetisi ini terus mengalami perkembangan yang signifikan, mulai dari jumlah peserta yang bertambah dari 16 tim pada periode 1950\u20131978, menjadi 24 tim pada 1982\u20131994, lalu meningkat menjadi 32 tim yang bertahan sejak 1998 hingga 2022.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 menandai babak baru dalam sejarah ajang ini. Untuk pertama kalinya, turnamen akan diikuti oleh 48 tim nasional dan diselenggarakan secara bersama oleh tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Jika dilihat dari konteks hubungan internasional menjelang tahun 2026, dunia masih dihadapkan pada dinamika persaingan kekuatan, ketegangan di sejumlah kawasan, serta perbedaan pandangan dan kepentingan antarnegara yang kerap menimbulkan jarak dan pemisahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, di tengah situasi yang penuh dengan perbedaan dan ketegangan tersebut, Piala Dunia hadir sebagai ruang netral yang mampu melampaui batas-batas geopolitik. Sebagai bahasa universal yang dipahami oleh semua kalangan, ajang ini membuktikan bahwa olahraga memiliki kekuatan untuk menjembatani kesenjangan dan meneguhkan semangat persatuan antarbangsa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kolaborasi Antarnegara Penyelenggara<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Piala Dunia edisi 2026 mencatat rekor baru sebagai turnamen pertama yang dikelola secara bersama oleh tiga negara sekaligus. Kompetisi ini akan berlangsung di 16 kota yang tersebar di berbagai wilayah di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, dengan cakupan dua zona waktu yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keputusan untuk menunjuk ketiga negara tersebut sebagai tuan rumah bersama ditetapkan oleh Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) pada tahun 2018 dengan pertimbangan untuk memperluas jangkauan akses serta meningkatkan efisiensi penyelenggaraan di kawasan Amerika Utara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga negara penyelenggara memiliki latar belakang sejarah, sistem pemerintahan, kondisi ekonomi, serta karakter sosial dan budaya yang tidak sepenuhnya seragam. Meksiko memiliki kekayaan tradisi dan warisan budaya khas Amerika Latin yang sangat kental. Amerika Serikat dikenal sebagai negara dengan sistem industri dan teknologi yang maju, sedangkan Kanada memiliki kebijakan sosial dan lingkungan yang lebih terbuka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun memiliki banyak perbedaan, ketiganya berhasil menyatukan visi dan langkah untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan turnamen, mulai dari penyediaan stadion, peningkatan sistem transportasi lintas batas, penyamaan standar keamanan, hingga pelayanan bagi pengunjung.<\/p>\n<center\/>\t        \n\n\n\t\t\t<!-- .entry-footer -->\n\t\t<\/div>\r\n<br>\r\n<br><a href=\"https:\/\/fajar.co.id\/2026\/06\/20\/piala-dunia-2026-warisan-persatuan-di-tengah-dunia-yang-terbelah\/\">Source link <\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Muh. Nur Fajri Ramadhana, M.K. PORTALUTAMA.NET \u2013 Sejarah sepak bola modern bermula di Inggris pada pertengahan abad ke-19, kemudian<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18280,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-18279","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260620-WA0005-scaled-e1781932686272.webp-150x150.webp","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260620-WA0005-scaled-e1781932686272.webp-300x223.webp","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260620-WA0005-scaled-e1781932686272.webp-768x571.webp","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260620-WA0005-scaled-e1781932686272.webp-1024x762.webp","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260620-WA0005-scaled-e1781932686272.webp.webp","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260620-WA0005-scaled-e1781932686272.webp.webp","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260620-WA0005-scaled-e1781932686272.webp-392x272.webp","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260620-WA0005-scaled-e1781932686272.webp-390x205.webp","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260620-WA0005-scaled-e1781932686272.webp-130x90.webp","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260620-WA0005-scaled-e1781932686272.webp-800x445.webp","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260620-WA0005-scaled-e1781932686272.webp-150x150.webp","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260620-WA0005-scaled-e1781932686272.webp-1147x600.webp"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Oleh: Muh. Nur Fajri Ramadhana, M.K. PORTALUTAMA.NET \u2013 Sejarah sepak bola modern bermula di Inggris pada pertengahan abad ke-19, kemudian","magazineBlocksPostCategories":["News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260620-WA0005-scaled-e1781932686272.webp.webp",1147,853,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260620-WA0005-scaled-e1781932686272.webp-300x223.webp",300,223,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260620-WA0005-scaled-e1781932686272.webp-150x150.webp",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18279","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18279"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18279\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18280"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18279"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18279"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18279"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}