{"id":16890,"date":"2026-06-06T19:59:07","date_gmt":"2026-06-06T12:59:07","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/06\/06\/menyelamatkan-cita-cita-besar-mbg-momentum-pembenahan-gizi-nasional\/"},"modified":"2026-06-06T19:59:07","modified_gmt":"2026-06-06T12:59:07","slug":"menyelamatkan-cita-cita-besar-mbg-momentum-pembenahan-gizi-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/06\/06\/menyelamatkan-cita-cita-besar-mbg-momentum-pembenahan-gizi-nasional\/","title":{"rendered":"Menyelamatkan Cita-cita Besar MBG: Momentum Pembenahan Gizi Nasional"},"content":{"rendered":" \r\n<br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fajar.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Muliadi-Saleh-4-1.webp\" \/><br><div>\n\t\t\t\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Oleh: Muliadi Saleh, Esais Reflektif dan Arsitek Kesadaran<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada satu kesempatan saya mengunjungi sebuah daerah yang relatif terpencil. Jalan yang saya lalui membelah hamparan kebun dan perkampungan sederhana. Di tengah perjalanan, saya melewati sebuah sekolah dasar. Anak-anak sedang bermain di halaman sekolah. Mereka berlarian, tertawa, dan bercanda tanpa beban. Wajah-wajah kecil itu memancarkan keceriaan yang selalu menghadirkan harapan tentang masa depan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya menghampiri beberapa di antara mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Tadi sudah sarapan?&#8221; tanya saya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada yang menjawab sudah. Ada yang menjawab belum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Saya makan singkong rebus,&#8221; kata seorang anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Saya nasi telur,&#8221; sahut yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Percakapan singkat itu terasa biasa saja. Namun di balik kesederhanaannya tersimpan realitas yang besar. Di negeri yang tanahnya subur dan lautnya luas, masih ada anak-anak yang berangkat ke sekolah dengan sarapan seadanya, bahkan ada yang memulai hari dengan perut kosong.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya lalu bertanya lagi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Apakah kalian menerima Makan Bergizi Gratis?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Iya\u2026&#8221; jawab mereka hampir bersamaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Suka?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Suka sekali\u2026&#8221; kata beberapa anak dengan mata berbinar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di kesempatan yang lain, saya juga melihat langsung menu MBG yang dibagikan kepada siswa. Saya memperhatikan bagaimana anak-anak menyantap makanan mereka. Sebagian besar menikmatinya. Sebagian lagi memberi komentar khas anak-anak yang jujur dan polos.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Tidak enak,&#8221; kata seorang siswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Begitulah cerita dan realitas sebuah program yang bercita luhur. Di lapangan, ia tidak selalu sempurna. Ada yang menyukai, ada yang mengeluh. Ada yang merasa terbantu, ada yang memberi catatan. Namun satu hal yang sulit dibantah: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lahir dari sebuah niat besar untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh lebih sehat dan lebih siap menghadapi masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, ketika publik dikejutkan oleh pencopotan dan penahanan sejumlah petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) akibat dugaan korupsi tata kelola MBG, perhatian kita semestinya tidak berhenti pada kemarahan atau kekecewaan semata. Peristiwa tersebut memang mengejutkan, tetapi sesungguhnya tidak sepenuhnya mengherankan. Sejak awal pelaksanaan program, berbagai kritik dan kekhawatiran telah disampaikan oleh akademisi, pengamat kebijakan publik, aktivis masyarakat sipil, hingga para praktisi pembangunan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka mengingatkan tentang pentingnya tata kelola yang transparan, kepemimpinan yang berbasis kompetensi, pengawasan yang kuat, serta partisipasi publik yang memadai. Kritik-kritik itu bukanlah upaya menggagalkan program, melainkan bentuk kepedulian agar program besar ini tidak tersesat dari tujuan mulianya.<\/p>\n<center\/>\t        \n\n\n\t\t\t<!-- .entry-footer -->\n\t\t<\/div>\r\n<br>\r\n<br><a href=\"https:\/\/fajar.co.id\/2026\/06\/06\/menyelamatkan-cita-cita-besar-mbg-momentum-pembenahan-gizi-nasional\/\">Source link <\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Muliadi Saleh, Esais Reflektif dan Arsitek Kesadaran Pada satu kesempatan saya mengunjungi sebuah daerah yang relatif terpencil. Jalan yang<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14301,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-16890","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-150x150.webp","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-300x220.webp","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-768x562.webp","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-1024x749.webp","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp.webp","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp.webp","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-392x272.webp","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-390x205.webp","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-130x90.webp","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-800x445.webp","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-150x150.webp","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-1200x600.webp"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Oleh: Muliadi Saleh, Esais Reflektif dan Arsitek Kesadaran Pada satu kesempatan saya mengunjungi sebuah daerah yang relatif terpencil. Jalan yang","magazineBlocksPostCategories":["News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp.webp",1200,878,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-300x220.webp",300,220,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Muliadi-Saleh-4-1.webp-150x150.webp",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16890","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16890"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16890\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14301"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16890"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16890"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16890"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}