{"id":16700,"date":"2026-06-05T02:11:44","date_gmt":"2026-06-04T19:11:44","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/06\/05\/penolakan-muncul-dari-aceh-hingga-papua-rencana-pembentukan-750-batalyon-teritorial-pembangunan-dinilai-ancam-ruang-sipil\/"},"modified":"2026-06-05T02:11:44","modified_gmt":"2026-06-04T19:11:44","slug":"penolakan-muncul-dari-aceh-hingga-papua-rencana-pembentukan-750-batalyon-teritorial-pembangunan-dinilai-ancam-ruang-sipil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/06\/05\/penolakan-muncul-dari-aceh-hingga-papua-rencana-pembentukan-750-batalyon-teritorial-pembangunan-dinilai-ancam-ruang-sipil\/","title":{"rendered":"Penolakan Muncul dari Aceh hingga Papua, Rencana Pembentukan 750 Batalyon Teritorial Pembangunan Dinilai Ancam Ruang Sipil"},"content":{"rendered":" \r\n<br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fajar.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260604-WA0147-scaled.webp\" \/><br><div>\n\t\t\t\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PORTALUTAMA.NET, JAKARTA &#8212; Rencana pemerintah membentuk 750 Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) dalam lima tahun ke depan terus menuai sorotan. Sejumlah peneliti, akademisi, pegiat demokrasi, hingga perwakilan masyarakat sipil menilai kebijakan tersebut berpotensi memunculkan berbagai persoalan, mulai dari konflik agraria hingga meluasnya keterlibatan militer dalam ranah sipil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk \u201cPrahara Batalyon Teritorial Pembangunan: Penolakan Warga dan Arah Kebijakan Menteri Pertahanan\u201d yang digelar di Jakarta Pusat, Kamis (4\/6\/2026). Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas dampak sosial, hukum, dan politik dari rencana pembangunan ratusan batalyon baru yang diproyeksikan tersebar di berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peneliti Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Gian Kasogi, menilai arah kebijakan yang dipaparkan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menunjukkan kecenderungan semakin luasnya peran militer dalam urusan sipil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPemerintah sedang membangun normalisasi keterlibatan militer dalam urusan sipil. Mulai dari pangan, pembangunan daerah, keamanan sosial, hingga persoalan kriminalitas. Padahal, mandat utama TNI adalah pertahanan negara, bukan menjadi aktor utama dalam tata kelola sipil,\u201d kata Gian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI pada 19 Mei 2026 menyampaikan rencana pembangunan 150 batalyon setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan di 514 kabupaten dan kota di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Gian, alasan pemerintah yang menyebut BTP sebagai instrumen pembangunan daerah, penguatan ketahanan pangan, hingga penanganan kriminalitas justru memperlihatkan semakin kaburnya batas antara fungsi pertahanan dan fungsi sipil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menegaskan bahwa Undang-Undang TNI telah mengatur secara jelas tugas utama militer sebagai alat pertahanan negara. Sementara keterlibatan TNI dalam urusan sipil melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP) memiliki batasan yang ketat dan tidak bisa ditafsirkan secara luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKalau seluruh persoalan sosial, pembangunan, pangan, hingga keamanan lingkungan diserahkan kepada pendekatan militer, maka negara sedang bergerak menuju model keamanan yang represif dan meninggalkan prinsip supremasi sipil,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pemantauan yang dilakukan sepanjang Januari hingga Mei 2026, Gian menyebut penolakan terhadap pembangunan batalyon tercatat muncul di sejumlah wilayah, mulai dari Aceh, Papua, Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Sulawesi Selatan. Persoalan yang muncul dinilai memiliki pola serupa, yakni konflik agraria, minimnya konsultasi publik, ancaman terhadap ruang hidup masyarakat, hingga dugaan pengambilalihan lahan tanpa persetujuan penuh warga.<\/p>\n<center\/>\t        \n\n\n\t\t\t<!-- .entry-footer -->\n\t\t<\/div>\r\n<br>\r\n<br><a href=\"https:\/\/fajar.co.id\/2026\/06\/04\/penolakan-muncul-dari-aceh-hingga-papua-rencana-pembentukan-750-batalyon-teritorial-pembangunan-dinilai-ancam-ruang-sipil\/\">Source link <\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PORTALUTAMA.NET, JAKARTA &#8212; Rencana pemerintah membentuk 750 Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) dalam lima tahun ke depan terus menuai sorotan. Sejumlah<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16701,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-16700","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260604-WA0147-scaled.webp-150x150.webp","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260604-WA0147-scaled.webp-300x169.webp","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260604-WA0147-scaled.webp-768x432.webp","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260604-WA0147-scaled.webp-1024x576.webp","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260604-WA0147-scaled.webp-1536x864.webp","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260604-WA0147-scaled.webp-2048x1152.webp","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260604-WA0147-scaled.webp-392x272.webp","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260604-WA0147-scaled.webp-390x205.webp","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260604-WA0147-scaled.webp-130x90.webp","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260604-WA0147-scaled.webp-800x445.webp","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260604-WA0147-scaled.webp-150x150.webp","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260604-WA0147-scaled.webp-1400x600.webp"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"PORTALUTAMA.NET, JAKARTA &#8212; Rencana pemerintah membentuk 750 Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) dalam lima tahun ke depan terus menuai sorotan. Sejumlah","magazineBlocksPostCategories":["News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260604-WA0147-scaled.webp.webp",2560,1440,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260604-WA0147-scaled.webp-300x169.webp",300,169,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260604-WA0147-scaled.webp-150x150.webp",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16700","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16700"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16700\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16701"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16700"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16700"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16700"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}