{"id":15633,"date":"2026-05-25T06:10:22","date_gmt":"2026-05-24T23:10:22","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/05\/25\/sering-tak-disadari-9-hal-kecil-orang-tua-ini-membentuk-karakter-anak\/"},"modified":"2026-05-25T06:10:22","modified_gmt":"2026-05-24T23:10:22","slug":"sering-tak-disadari-9-hal-kecil-orang-tua-ini-membentuk-karakter-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/05\/25\/sering-tak-disadari-9-hal-kecil-orang-tua-ini-membentuk-karakter-anak\/","title":{"rendered":"Sering Tak Disadari, 9 Hal Kecil Orang Tua Ini Membentuk Karakter Anak"},"content":{"rendered":" \r\n<br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fajar.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Screenshot_2026-05-25-07-00-12-741-edit_com.instagram.android.webp\" \/><br><div>\n\t\t\t\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PORTALUTAMA.NET \u2014 Banyak orang tua mengira anak hanya belajar dari nasihat panjang atau aturan yang diberikan di rumah. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya. Anak lebih sering belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari: cara orang tua berbicara, bereaksi, hingga memperlakukan diri sendiri dan orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dokter Dono Baswardono mengingatkan bahwa ada banyak kebiasaan kecil orang tua yang diam-diam direkam oleh anak. Hal-hal yang terlihat sederhana ini ternyata dapat memengaruhi pembentukan karakter, rasa aman emosional, hingga cara anak membangun hubungan sosial di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, apa saja hal kecil yang ternyata diperhatikan anak?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Sikap Orang Tua dan Cara Memperlakukan Orang Lain<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak mengamati bagaimana orang tuanya berbicara kepada pasangan, keluarga, tetangga, pelayan toko, hingga orang yang berbeda pendapat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika anak melihat orang tua bersikap hormat, sabar, dan tidak merendahkan orang lain, mereka belajar tentang empati dan penghargaan. Sebaliknya, nada bicara kasar atau kebiasaan meremehkan orang lain juga bisa menjadi pola yang ditiru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak bukan hanya mendengar apa yang diajarkan, tetapi menyaksikan bagaimana nilai itu dijalankan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Seberapa Sering Orang Tua Mau Meminta Maaf<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian orang tua masih percaya bahwa meminta maaf kepada anak dapat mengurangi wibawa. Padahal, mengakui kesalahan justru mengajarkan tanggung jawab emosional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalimat sederhana seperti, <em>\u201cMaaf ya, tadi Mama\/Papa terlalu marah\u201d<\/em> memberi pesan penting bahwa setiap orang bisa salah dan memperbaikinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak belajar bahwa meminta maaf bukan tanda kelemahan, melainkan keberanian untuk bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Cara Orang Tua Bicara Tentang Tubuh Sendiri dan Tubuh Orang Lain<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komentar kecil seperti <em>\u201cAku jelek karena gemuk\u201d<\/em> atau candaan soal bentuk tubuh orang lain ternyata bisa terekam kuat dalam pikiran anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara orang tua memandang tubuh akan memengaruhi cara anak melihat dirinya sendiri. Jika lingkungan rumah dipenuhi komentar negatif tentang fisik, anak berpotensi tumbuh dengan rasa tidak aman terhadap tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya, pembicaraan yang sehat tentang tubuh membantu anak memahami bahwa nilai seseorang tidak hanya ditentukan oleh penampilan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Seberapa Sering Fokus pada Telepon Genggam<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat anak berkata, <em>\u201cPa\/Ma, lihat ini deh,\u201d<\/em> lalu respons yang muncul hanya lirikan singkat karena perhatian tersita layar ponsel, anak bisa menangkap pesan bahwa dirinya tidak terlalu penting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan berarti orang tua tidak boleh menggunakan telepon, tetapi kualitas perhatian tetap penting. Momen kecil seperti mendengar cerita atau melihat gambar yang dibuat anak dapat meninggalkan dampak emosional besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kadang, lima menit perhatian penuh lebih bermakna daripada waktu lama yang penuh distraksi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5. Cara Orang Tua Menghadapi Emosi Berat<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak memperhatikan bagaimana orang dewasa menghadapi stres, marah, kecewa, atau sedih.<\/p>\n<center\/>\t        \n\n\n\t\t\t<!-- .entry-footer -->\n\t\t<\/div>\r\n<br>\r\n<br><a href=\"https:\/\/fajar.co.id\/2026\/05\/25\/sering-tak-disadari-9-hal-kecil-orang-tua-ini-membentuk-karakter-anak\/\">Source link <\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PORTALUTAMA.NET \u2014 Banyak orang tua mengira anak hanya belajar dari nasihat panjang atau aturan yang diberikan di rumah. Padahal, kenyataannya<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15634,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-15633","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Screenshot_2026-05-25-07-00-12-741-edit_com.instagram.android.webp-150x150.webp","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Screenshot_2026-05-25-07-00-12-741-edit_com.instagram.android.webp-300x191.webp","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Screenshot_2026-05-25-07-00-12-741-edit_com.instagram.android.webp-768x490.webp","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Screenshot_2026-05-25-07-00-12-741-edit_com.instagram.android.webp-1024x653.webp","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Screenshot_2026-05-25-07-00-12-741-edit_com.instagram.android.webp.webp","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Screenshot_2026-05-25-07-00-12-741-edit_com.instagram.android.webp.webp","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Screenshot_2026-05-25-07-00-12-741-edit_com.instagram.android.webp-392x272.webp","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Screenshot_2026-05-25-07-00-12-741-edit_com.instagram.android.webp-390x205.webp","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Screenshot_2026-05-25-07-00-12-741-edit_com.instagram.android.webp-130x90.webp","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Screenshot_2026-05-25-07-00-12-741-edit_com.instagram.android.webp-800x445.webp","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Screenshot_2026-05-25-07-00-12-741-edit_com.instagram.android.webp-150x150.webp","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Screenshot_2026-05-25-07-00-12-741-edit_com.instagram.android.webp-1200x600.webp"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"PORTALUTAMA.NET \u2014 Banyak orang tua mengira anak hanya belajar dari nasihat panjang atau aturan yang diberikan di rumah. Padahal, kenyataannya","magazineBlocksPostCategories":["News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Screenshot_2026-05-25-07-00-12-741-edit_com.instagram.android.webp.webp",1200,765,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Screenshot_2026-05-25-07-00-12-741-edit_com.instagram.android.webp-300x191.webp",300,191,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Screenshot_2026-05-25-07-00-12-741-edit_com.instagram.android.webp-150x150.webp",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15633","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15633"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15633\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15634"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15633"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15633"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15633"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}