{"id":14093,"date":"2026-05-08T20:16:45","date_gmt":"2026-05-08T13:16:45","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/05\/08\/ferdinand-hutahaean-lawan-klaim-pertumbuhan-ekonomi-pakai-data-bukan-narasi-krisis\/"},"modified":"2026-05-08T20:16:45","modified_gmt":"2026-05-08T13:16:45","slug":"ferdinand-hutahaean-lawan-klaim-pertumbuhan-ekonomi-pakai-data-bukan-narasi-krisis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/05\/08\/ferdinand-hutahaean-lawan-klaim-pertumbuhan-ekonomi-pakai-data-bukan-narasi-krisis\/","title":{"rendered":"Ferdinand Hutahaean: Lawan Klaim Pertumbuhan Ekonomi Pakai Data, Bukan Narasi Krisis"},"content":{"rendered":" \r\n<br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fajar.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Pertumbuhan-ekonomi.jpg\" \/><br><div>\n\t\t\t\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PORTALUTAMA.NET, JAKARTA \u2014 Politikus PDIP Ferdinand Hutahaean ikut menanggapi polemik klaim pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61% pada triwulan I-2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, perdebatan soal data itu sah terjadi. Namun kritik ke pemerintah harus dibarengi data pembanding, bukan sekadar opini atau asumsi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ferdinand mengakui angka 5,61% memang memicu pro-kontra luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61 persen yang telah dirilis oleh pemerintah saat ini banyak menjadi pertentangan opini di tengah masyarakat kita,\u201d ujar Ferdinand dikutip fajar.co.id, Jumat, 8 Mei 2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menyebut isu ini ramai dibahas berbagai kalangan, dari analis, ekonom, pengamat, warganet, hingga buzzer.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cTerutama di kalangan analis, ekonom, dan pengamat beserta para netizen dan juga tidak ketinggalan buzzer-buzzer,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><em>\u201cBenarkah BPS Pabrikasi Data?\u201d<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ferdinand mengatakan banyak pihak menuding data 5,61% tidak akurat, bahkan hasil rekayasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBanyak yang mengatakan bahwa data pertumbuhan 5,61 persen itu tidak akurat dan tidak faktual. Begitulah banyak pendapat yang beredar,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski begitu, ada juga yang meyakini angka itu sesuai fakta. \u201cTetapi banyak juga yang mengatakan bahwa data itu memang fakta,\u201d tukasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia lantas mempertanyakan tudingan bahwa BPS memanipulasi data demi citra pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBenarkah tudingan dari berbagai pihak yang menyatakan bahwa data BPS tersebut adalah pabrikasi data?\u201d kata Ferdinand.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBenarkah BPS melakukan rekayasa pabrikasi data untuk mendukung kinerja pemerintah? Ini menjadi pertanyaan bagi banyak pihak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><em>Kritik Harus Pakai Data Pembanding, Bukan Asumsi<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ferdinand menilai tudingan itu lemah karena tidak disertai data tandingan yang kuat. Banyak kritik, katanya, hanya berbasis asumsi tanpa angka atau riset pembanding.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cTetapi sayangnya pertanyaan itu tidak ditopang, tidak didukung dengan data-data baru, data-data pembanding terkait dengan data yang diberikan,\u201d terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSehingga data tidak dilawan dengan data, tetapi data dilawan dengan asumsi dan pemikiran semata. Inilah yang membuat kita bahwa terjadi perang opini,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menegaskan pengamat ekonomi seharusnya hadirkan data alternatif jika ingin membantah angka pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><em>\u201cKafe-Restoran Rame, Mal Penuh\u201d vs Pasar Tradisional Tertekan<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ferdinand juga menyorot fakta keseharian. Menurutnya, aktivitas ekonomi masih terlihat berjalan. Ia mencontohkan ramainya tempat nongkrong, kafe, restoran, hingga mal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cTetapi kalau kita mau melihat fakta keseharian, coba diperhatikan kondisi tempat-tempat nongkrong, kafe, restoran, mal, apakah pernah sepi? Saya tidak pernah melihat tempat-tempat itu sepi. Selalu rame,\u201d bebernya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia mengakui pasar tradisional memang terkendala akibat persaingan dengan pasar online. \u201cPasar memang mengalami kendala pasar tradisional akibat dari pasar online,\u201d jelasnya.<\/p>\n<center\/>\t        \n\n\n\t\t\t<!-- .entry-footer -->\n\t\t<\/div>\r\n<br>\r\n<br><a href=\"https:\/\/fajar.co.id\/2026\/05\/08\/ferdinand-hutahaean-lawan-klaim-pertumbuhan-ekonomi-pakai-data-bukan-narasi-krisis\/\">Source link <\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PORTALUTAMA.NET, JAKARTA \u2014 Politikus PDIP Ferdinand Hutahaean ikut menanggapi polemik klaim pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61% pada triwulan I-2026. Menurutnya, perdebatan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13993,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-14093","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Pertumbuhan-ekonomi-150x150.jpg","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Pertumbuhan-ekonomi-300x200.jpg","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Pertumbuhan-ekonomi-768x512.jpg","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Pertumbuhan-ekonomi.jpg","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Pertumbuhan-ekonomi.jpg","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Pertumbuhan-ekonomi.jpg","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Pertumbuhan-ekonomi-392x272.jpg","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Pertumbuhan-ekonomi-390x205.jpg","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Pertumbuhan-ekonomi-130x90.jpg","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Pertumbuhan-ekonomi-800x445.jpg","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Pertumbuhan-ekonomi-150x150.jpg","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Pertumbuhan-ekonomi.jpg"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"PORTALUTAMA.NET, JAKARTA \u2014 Politikus PDIP Ferdinand Hutahaean ikut menanggapi polemik klaim pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61% pada triwulan I-2026. Menurutnya, perdebatan","magazineBlocksPostCategories":["News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Pertumbuhan-ekonomi.jpg",800,533,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Pertumbuhan-ekonomi-300x200.jpg",300,200,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Pertumbuhan-ekonomi-150x150.jpg",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14093","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14093"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14093\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13993"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14093"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14093"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14093"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}