{"id":13285,"date":"2026-05-01T03:08:41","date_gmt":"2026-04-30T20:08:41","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/05\/01\/mempertanyakan-kewarasan-prabowo-rakyatnya-yang-orang-pintar-dijadikan-musuh-bebuyutan\/"},"modified":"2026-05-01T03:08:41","modified_gmt":"2026-04-30T20:08:41","slug":"mempertanyakan-kewarasan-prabowo-rakyatnya-yang-orang-pintar-dijadikan-musuh-bebuyutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/05\/01\/mempertanyakan-kewarasan-prabowo-rakyatnya-yang-orang-pintar-dijadikan-musuh-bebuyutan\/","title":{"rendered":"Mempertanyakan Kewarasan Prabowo, Rakyatnya yang Orang Pintar Dijadikan Musuh Bebuyutan?"},"content":{"rendered":" \r\n<br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fajar.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Heru-Subagia-ok.webp\" \/><br><div>\n\t\t\t\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh: Heru Subagia<br\/>(Pengamat Politik dan Ekonomi)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk kesekian kalinya, Prabowo Subianto merasakan ketidaknyamanannya terhadap orang pintar sebagai pihak dilawannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pidato resmi, Presiden RI Prabowo Subianto menyentil keras pihak yang dalam pandangannya tidak patriotik dan cinta tanah air.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Situasi acara semakin mendadak tegang ketika pidatonya di Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II, Cilacap, Jateng, Rabu (29\/4\/2026), Prabowo kembali menyinggung narasi &#8216;Indonesia Gelap&#8217; dan &#8216;kabur aja dulu&#8217; yang sempat ramai beberapa waktu lalu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Ada yang mau kabur. Ada yang mau kabur, kabur aja, kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silakan,&#8221; kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persoalan bukan tambah takut atau mundur untuk bersuara ketaa merespon apa yang dikatakan agenda &#8220;Perang Lawan Orang Pintar&#8221;. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kebencian Akut Sang Jendral Prabowo ke Orang Pintar, Alasannya Faktual Atau Halu?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejumlah Kritik sengaja dilontarkan untuk menjawab Pidato Prabowo adalah pernyataan paling kejam dan error bagi Bangsa Indonesia dan warganya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, menyoroti pernyataan Prabowo yang meminta pihak-pihak yang menganggap Indonesia dalam kondisi &#8220;gelap&#8221; atau mereka yang disebut &#8220;orang pintar&#8221; untuk &#8220;kabur ke Yaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa yang diucapkan oleh Prabowo tersebut tidak hati-hati dan tidak rasional, bahkan pernyataan ini emosional dan kontraproduktif bagi seorang pemimpin yang dipilih secara langsung di pilpres 2024. Dinilai provokatif dan menyakiti rakyatnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sudah menjadi catatan khusus, pernyataan ini muncul dalam konteks kekesalan Presiden secara berulang-ulang dan spontan diucapkan terhadap para pengkritik dan pengamat yang sering melontarkan kritik kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu dijawab oleh Prabowo sejauh mana seorang presiden mencerna da menganalisis &#8220;Orang Pintar&#8221; hingga diwujudkan sebagai lawan. Seharusnya terbuka ruangan diskusi mengenai mengapa Presiden seolah memposisikan pengamat atau orang kritis sebagai musuh, alih-alih merangkul mereka sebagai bagian dari proses check and balance dalam demokrasi .<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua, Prabowo sering melakukan pemahaman dan cara berfikir yang terbalik-balik. Terjadi apa yang disebutkan Kontradiksi konstruksi pemikiran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Presiden terpilih 58 persen di Pilpres 2024 kemarin, melekat ketidakkonsistenan retorika baik ucapannya dan tindakan sebagai Presiden. Misalnya, antara kutipan &#8220;ingin hidup 1000 tahun lagi&#8221; untuk melihat Indonesia makmur dengan prediksi masa lalu tentang &#8220;Indonesia bubar&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga, Kritik terhadap lingkungan istana, Penulis berpendapat bahwa adanya penyumbatan informasi di sekitar Presiden menyebabkan informasi faktual dan kritis dari masyarakat tidak tersampaikan dengan baik.<\/p>\n<center\/>\t        \n\n\n\t\t\t<!-- .entry-footer -->\n\t\t<\/div>\r\n<br>\r\n<br><a href=\"https:\/\/fajar.co.id\/2026\/04\/30\/mempertanyakan-kewarasan-prabowo-rakyatnya-yang-orang-pintar-dijadikan-musuh-bebuyutan\/\">Source link <\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Heru Subagia(Pengamat Politik dan Ekonomi) Untuk kesekian kalinya, Prabowo Subianto merasakan ketidaknyamanannya terhadap orang pintar sebagai pihak dilawannya. Dalam<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13286,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-13285","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Heru-Subagia-ok.webp-150x150.webp","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Heru-Subagia-ok.webp-300x222.webp","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Heru-Subagia-ok.webp-768x569.webp","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Heru-Subagia-ok.webp-1024x759.webp","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Heru-Subagia-ok.webp.webp","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Heru-Subagia-ok.webp.webp","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Heru-Subagia-ok.webp-392x272.webp","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Heru-Subagia-ok.webp-390x205.webp","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Heru-Subagia-ok.webp-130x90.webp","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Heru-Subagia-ok.webp-800x445.webp","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Heru-Subagia-ok.webp-150x150.webp","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Heru-Subagia-ok.webp-1200x600.webp"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Oleh: Heru Subagia(Pengamat Politik dan Ekonomi) Untuk kesekian kalinya, Prabowo Subianto merasakan ketidaknyamanannya terhadap orang pintar sebagai pihak dilawannya. Dalam","magazineBlocksPostCategories":["News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Heru-Subagia-ok.webp.webp",1200,889,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Heru-Subagia-ok.webp-300x222.webp",300,222,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Heru-Subagia-ok.webp-150x150.webp",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13285","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13285"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13285\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13286"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13285"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13285"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13285"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}