{"id":12790,"date":"2026-04-27T11:27:05","date_gmt":"2026-04-27T04:27:05","guid":{"rendered":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/04\/27\/jelang-hari-buruh-perdokjasi-tegaskan-ketidaktepatan-diagnosis-penyakit-rugikan-pekerja-dan-negara\/"},"modified":"2026-04-27T11:27:05","modified_gmt":"2026-04-27T04:27:05","slug":"jelang-hari-buruh-perdokjasi-tegaskan-ketidaktepatan-diagnosis-penyakit-rugikan-pekerja-dan-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/2026\/04\/27\/jelang-hari-buruh-perdokjasi-tegaskan-ketidaktepatan-diagnosis-penyakit-rugikan-pekerja-dan-negara\/","title":{"rendered":"Jelang Hari Buruh, Perdokjasi Tegaskan Ketidaktepatan Diagnosis Penyakit Rugikan Pekerja dan Negara"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div itemprop=\"articleBody\">\n<!-- ARTICAL CONTENT --><\/p>\n<p>Perhimpunan Dokter Pembiayaan Jaminan Sosial dan Perasuransian Indonesia (PERDOKJASI) menegaskan bahwa ketepatan diagnosis penyakit akibat kerja (PAK) menjadi faktor kunci dalam menentukan arah penjaminan, kualitas penanganan medis, serta perlindungan pekerja dalam sistem jaminan sosial.<\/p>\n<p>Ketua Umum PERDOKJASI, Dr. dr. Wawan Mulyawan, melalui Sekretaris Jenderal dr. Agustian Fardianto menegaskan bahwa titik paling krusial dalam sistem justru berada pada tahap paling awal, yaitu ketepatan diagnosis.<\/p>\n<p>\u201cDiagnosis bukan hanya keputusan klinis\u2013ini adalah titik awal keadilan dalam sistem jaminan sosial. Ketika diagnosis tidak tepat, dampaknya langsung dirasakan oleh pekerja,\u201d kata Ferdianto dalam keterangannya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa kesalahan diagnosis tidak hanya berdampak pada penjaminan, tetapi juga pada kualitas penanganan medis yang diterima pekerja.<\/p>\n<p>\u201cKetika penyakit akibat kerja didiagnosis sebagai penyakit umum, penanganannya berisiko tidak menyasar akar masalah. Dampaknya, pekerja tidak pulih optimal, mengalami gangguan fisik jangka panjang, dan penurunan produktivitas yang berdampak pada kinerja perusahaan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Dr. dr. Mahesa Paranadipa Maykel menyoroti fenomena <em>underreporting<\/em> sebagai salah satu akar persoalan dalam sistem jaminan sosial.<\/p>\n<p>\u201cBanyak penyakit akibat kerja yang tidak pernah masuk dalam sistem. Ini seperti gunung es\u2013yang terlihat hanya sebagian kecil, sementara sebagian besar kasus berada di bawah permukaan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, kondisi ini berdampak langsung pada keadilan sistem dan kualitas kebijakan yang diambil.<\/p>\n<p>\u201cKetika tidak tercatat, pekerja berpotensi kehilangan haknya, dan pada saat yang sama, data yang digunakan untuk kebijakan menjadi bias,\u201d tambah Mahesa.<\/p>\n<p>Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Prof. Dr. dr. Stevanus Adrianto Passat menegaskan bahwa kesalahan diagnosis berimplikasi langsung pada distorsi penjaminan.<\/p>\n<p>\u201cKetika diagnosis tidak tepat, alur penjaminan menjadi salah. Kasus yang seharusnya ditanggung JKK justru masuk ke JKN, bahkan tidak jarang menjadi beban pribadi pekerja. Di titik itu, alur keadilan menjadi terputus,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan bahwa dalam satu dekade terakhir, kondisi ini berpotensi menimbulkan beban pembiayaan hingga triliunan rupiah.<\/p>\n<p>\u201cIni bukan sekadar isu administratif, tetapi distorsi sistem yang berdampak pada keberlanjutan pembiayaan nasional,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Deputi Bidang Kebijakan Pelayanan Program BPJS Ketenagakerjaan, dr. Woro Ariyandini menegaskan bahwa sistem sebenarnya telah memberikan ruang perlindungan yang cukup, termasuk melalui mekanisme penjaminan awal untuk dugaan PAK.<\/p>\n<p>\u201cKasus dugaan penyakit akibat kerja dapat langsung dijamin terlebih dahulu sambil menunggu verifikasi. Artinya, pelayanan tidak boleh tertunda hanya karena status belum pasti,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Namun demikian, ia menekankan bahwa tantangan utama saat ini terletak pada implementasi di lapangan.<\/p>\n<p>\u201cPersoalannya bukan lagi pada regulasi, tetapi pada konsistensi pelaksanaan\u2013mulai dari pelaporan, pemahaman <em>stakeholder<\/em>, hingga koordinasi antar sistem,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dalam momentum Hari Buruh Internasional, PERDOKJASI menegaskan bahwa perlindungan pekerja harus dimulai dari ketepatan diagnosis, agar setiap pekerja mendapatkan penanganan yang tepat, perlindungan yang adil, serta kepastian dalam sistem jaminan sosial.<\/p>\n<p>                            <!-- [ICONOMICS] --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.theiconomics.com\/art-of-execution\/jelang-hari-buruh-perdokjasi-tegaskan-ketidaktepatan-diagnosis-penyakit-rugikan-pekerja-dan-negara\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perhimpunan Dokter Pembiayaan Jaminan Sosial dan Perasuransian Indonesia (PERDOKJASI) menegaskan bahwa ketepatan diagnosis penyakit akibat kerja (PAK) menjadi faktor kunci<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12791,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,13],"tags":[],"class_list":["post-12790","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"magazineBlocksPostFeaturedMedia":{"thumbnail":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/perdokjasi-3-e1777263730778-150x150.jpeg","medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/perdokjasi-3-e1777263730778-300x169.jpeg","medium_large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/perdokjasi-3-e1777263730778-768x433.jpeg","large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/perdokjasi-3-e1777263730778.jpeg","1536x1536":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/perdokjasi-3-e1777263730778.jpeg","2048x2048":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/perdokjasi-3-e1777263730778.jpeg","colormag-highlighted-post":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/perdokjasi-3-e1777263730778-392x272.jpeg","colormag-featured-post-medium":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/perdokjasi-3-e1777263730778-390x205.jpeg","colormag-featured-post-small":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/perdokjasi-3-e1777263730778-130x90.jpeg","colormag-featured-image":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/perdokjasi-3-e1777263730778-800x445.jpeg","colormag-default-news":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/perdokjasi-3-e1777263730778-150x150.jpeg","colormag-featured-image-large":"https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/perdokjasi-3-e1777263730778.jpeg"},"magazineBlocksPostAuthor":{"name":"Redaksi","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g"},"magazineBlocksPostCommentsNumber":"0","magazineBlocksPostExcerpt":"Perhimpunan Dokter Pembiayaan Jaminan Sosial dan Perasuransian Indonesia (PERDOKJASI) menegaskan bahwa ketepatan diagnosis penyakit akibat kerja (PAK) menjadi faktor kunci","magazineBlocksPostCategories":["Business","News"],"magazine_blocks_featured_image_url":{"full":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/perdokjasi-3-e1777263730778.jpeg",847,478,false],"medium":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/perdokjasi-3-e1777263730778-300x169.jpeg",300,169,true],"thumbnail":["https:\/\/portalutama.net\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/perdokjasi-3-e1777263730778-150x150.jpeg",150,150,true]},"magazine_blocks_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/author\/neno\/"},"magazine_blocks_comment":0,"magazine_blocks_author_image":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7471c990eaf3bbb9eb8588768e7506fe3240b053ad738bae905f94f0ebd1eb0?s=96&d=mm&r=g","magazine_blocks_category":"<a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/business\/\" rel=\"category tag\">Business<\/a> <a href=\"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a>","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12790","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12790"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12790\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12791"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12790"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12790"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portalutama.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12790"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}