ADHD One, Hape Retro yang Cuma Bisa Telepon • Jagat Gadget
Seorang developer bernama Kevin Noki merilis hape dengan konsep “anti-gangguan” ke level yang cukup ekstrem. Namanya Anti Distraction Handset Device (ADHD) One. Sesuai namanya, hape ini cuma bisa digunakan untuk melakukan panggilan suara. Tidak ada aplikasi, internet, apalagi notifikasi media sosial yang muncul setiap lima menit!
ADHD One Punya Bentuk Retro

Dari tampilannya, ADHD One mengusung desain jadul yang minimalis. Kalau kata anak zaman sekarang, bentuknya retro. Sekilas, desainnya bahkan mengingatkan kita pada Motorola DynaTAC 8000X, salah satu ponsel ikonik dari era awal telepon seluler.
Fungsinya juga dibuat sesederhana mungkin. ADHD One bisa menyimpan nomor kontak, memasukkan nomor telepon secara manual, serta menerima atau menolak panggilan. Ada juga layar OLED kecil untuk menampilkan informasi panggilan masuk dan melihat kontak yang tersimpan.
Bagaimana dengan internet dan media sosial? Lupakan saja! Hape ini memang dirancang supaya penggunanya tidak terdistraksi. Jadi, tidak ada notifikasi WhatsApp yang muncul saat sedang fokus kerja, atau godaan untuk membuka media sosial setiap kali bosan. ADHD One juga dibekali speaker, mikrofon, dan baterai internal yang bisa diisi ulang lewat port USB-C di bagian bawah. Nah, setidaknya masih ada sentuhan modernnya. Masa iya harus cari charger zaman dulu juga?
Tapi, ada satu hal yang cukup absurd. ADHD One versi pertama ternyata tidak punya modem untuk terhubung ke jaringan seluler! Lantas, bagaimana cara menelepon? Pengguna harus menghubungkannya ke smartphone melalui Bluetooth. Artinya, smartphone tetap harus berada dalam jangkauan Bluetooth agar ADHD One bisa digunakan untuk menelepon. Jadi, kalau mau benar-benar bebas dari gangguan, smartphone-nya harus ditaruh agak jauh. Tapi jangan terlalu jauh juga, nanti malah tidak bisa teleponan. Hape ini pun lebih cocok digunakan di rumah atau kantor, bukan buat menemani perjalanan ke mana-mana.
Kevin Noki kabarnya sudah menyiapkan versi berikutnya yang dilengkapi modem 4G. Dengan begitu, perangkat tersebut nantinya bisa punya nomor telepon dan terhubung langsung ke jaringan seluler tanpa harus bergantung pada smartphone.
Baca Juga: Yapa Luncurkan Ponsel Retro Transparan, Punya Dukungan Wi-Fi
Bayar Rp600 Ribuan, Cetak dan Rakit Sendiri!

Kalau soal harga, ada kejutan lagi. ADHD One dibanderol €29,99 atau sekitar Rp600 ribuan. Kedengarannya cukup murah, kan? Eits, jangan buru-buru buka dompet! Harga tersebut bukan untuk satu unit hape jadi, melainkan untuk file STL yang bisa digunakan untuk mencetak bodinya dengan printer 3D, daftar komponen yang dibutuhkan, dan firmware-nya. Komponen elektroniknya sendiri harus dibeli secara terpisah. Jadi, setelah membayar, pengguna masih harus mencetak bodi, membeli komponen, lalu merakitnya sendiri. Kalau tidak punya printer 3D, ya harus mencari tempat cetak juga.
ADHD One memang bukan hape untuk semua orang. Konsepnya menarik buat mereka yang ingin mengurangi distraksi digital, tetapi proses membuatnya sendiri jelas membutuhkan usaha ekstra. Mau menghindari notifikasi smartphone, malah dapat proyek rakit hape baru!
Kalau kalian, tertarik punya hape yang cuma bisa menelepon seperti ini, atau smartphone biasa sudah cukup bikin terdistraksi?
