News

Kepala BGN Tuding yang Ribut Akun Bot, Arief Budiman: Kritikan Soal MBG Itu Nyata dan Jernih



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat sekaligus aktivis media sosial, M. Arief Budiman, membahas terkait aktivitas jagat media sosial di tengah polemik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Arief menyentil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, serta akun resmi pemerintah agar tidak berlindung di balik narasi serangan akun palsu untuk mengabaikan aspirasi rakyat.

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Arief menegaskan bahwa mendeteksi akun bot sebenarnya merupakan hal yang sangat mudah untuk dilakukan oleh instansi pemerintah.

Ia menyebut keberadaan akun-akun tak beridentitas tersebut bukan hanya berseliweran di akun pejabat publik, tetapi juga menjamur di kanal resmi seperti Badan Komunikasi Pemerintah RI.

“Ngecek BOT itu mudah Pak SUDARYONO. Sebagian besar BOT, akun bodong, buzzer saya temukan juga di akun Badan Komunikasi Pemerintah RI—saya belum cek akun-akun pemerintah lainnya,” ujar Arief dikutip fajar.co.id dari akun pribadinya di Facebook, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, pemerintah memiliki sumber daya (resources) yang jauh dari cukup untuk membongkar dan menindak jaringan bot atau buzzer yang terorganisir jika memang memiliki iktikad baik.

Namun, Arief mengingatkan agar pemerintah tidak menjadikan keberadaan akun bot sebagai dalih untuk menutup mata terhadap substansi persoalan mendasar di lapangan. Ia menekankan bahwa gelombang kritik serta kekhawatiran yang disampaikan masyarakat luas mengenai eksekusi program MBG bukanlah buatan mesin, melainkan realitas yang nyata dirasakan oleh warga.

“Suara jernih kritikan itu NYATA. Anak-anak keracunan MBG itu NYATA. Korupsi di BGN itu NYATA. Itu semua NYATA, bukan BOT. Dengarkan kritikan rakyat dengan logika, akal sehat, hati nurani,” tegas Arief.

Gelombang Kritik dan Kasus Lapangan

Pernyataan Arief menyentil dinamika publik yang belakangan ini terus memanas seiring rentetan persoalan dalam pelaksanaan MBG. Berdasarkan laporan riset serta sorotan berbagai tokoh publik, sentimen negatif publik terhadap pelaksanaan program nasional ini melonjak tajam akibat insiden keselamatan pangan di sejumah daerah.

Kritik keras juga datang dari lembaga pengawas independen seperti MBG Watch. Koalisi sipil menyoroti masih ditemukannya kasus keracunan makanan yang menimpa murid-murid sekolah, dugaan kontaminasi bakteri akibat lemahnya pengawasan higiene dapur pasokan, hingga penanganan hukum atas dugaan penyelewengan anggaran pengelolaan gizi.

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD dalam keterangannya baru-baru ini juga sempat menyoroti bahwa kasus keracunan MBG justru makin meluas di berbagai wilayah dan membutuhkan pembenahan kebijakan secara mendasar.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *