Jika Appi Hengkang, Pengamat Ungkap Nasib Golkar di Pemilu 2029

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Rekam jejak politik Munafri Arifuddin alias Appi menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam dinamika Partai Golkar di Sulawesi Selatan, khususnya menjelang Pemilu 2029.
Saat memimpin DPD II Golkar Makassar, Appi berhasil membawa partai berlambang pohon beringin itu meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kota Makassar pada Pemilu 2024.
Golkar Makassar memperoleh enam kursi DPRD atau naik dari lima kursi pada Pemilu 2019. Partai tersebut juga meraih 97.209 suara dan menempati posisi kedua dalam perolehan suara partai di DPRD Makassar.
Capaian itu sekaligus mengantarkan Golkar mendapatkan posisi pimpinan DPRD Makassar.
Tak hanya pada level partai, Appi juga mencatatkan capaian elektoral secara pribadi. Pada Pileg 2024, ia maju sebagai calon anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Dapil Sulsel 1 atau Makassar A.
Appi meraih 29.802 suara sah dan menjadi peraih suara tertinggi dari Partai Golkar di dapil tersebut.
Setahun kemudian, posisi politik Appi kembali berubah. Ia dilantik sebagai Wali Kota Makassar pada Februari 2025 setelah memenangkan Pilkada Makassar 2024.
Posisi sebagai kepala daerah kini membuat modal politik Appi dinilai semakin besar dibandingkan ketika dirinya memimpin Golkar Makassar dan bertarung dalam Pileg 2024.
Golkar Bisa Rugi Jika Appi Hengkang
Direktur Profetik Institute, Muhammad Asratillah, menilai Golkar Sulawesi Selatan maupun Golkar Makassar berpotensi mengalami kerugian politik jika Appi memilih meninggalkan partai.
Hal itu disampaikan Asratillah dalam diskusi di Graha Pena Makassar, Senin (21/9/2026). Diskusi tersebut juga menghadirkan akademisi Universitas Hasanuddin, Rahmat Muhammad.
Menurut Asratillah, Appi saat ini memiliki posisi politik yang berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Statusnya sebagai Wali Kota Makassar membuat daya tawar dan pengaruh politiknya meningkat.
“Pak Appi sekarang sudah bukan orang biasa dalam konteks politik lokal. Beliau sudah memiliki muatan politik yang jauh lebih besar. Apa muatannya? Beliau sekarang adalah wali kota,” kata Asratillah.
Ia menilai Golkar berpotensi kehilangan keuntungan politik apabila Appi memutuskan keluar.
“Partai Golkar rugi jika Pak Appi hengkang. Ini pilihan politik,” ujarnya.
Jaringan Appi Dinilai Bisa Ikut Berpindah
Asratillah mengatakan keberhasilan Golkar Makassar memperoleh enam kursi pada Pileg 2024 tidak terlepas dari kemampuan Appi mengonsolidasikan jaringan politik dan mesin partai.
Karena itu, ia menilai potensi perpindahan Appi perlu diperhitungkan secara serius oleh Golkar.
Menurut Asratillah, terdapat jaringan politik yang selama ini terbangun di sekitar Appi dan memiliki loyalitas terhadap figur tersebut.
Source link
