Andi Azwan Serang Bonatua: Dia Bukan Peneliti, tapi Punya Tugas dari Gerombolannya

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memunculkan saling bantah antarpihak.
Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan, merespons pernyataan peneliti, Bonatua Silalahi, yang sebelumnya bicara dugaan celah hukum dalam polemik tersebut.
Andi justru mempertanyakan posisi Bonatua sebagai peneliti independen.
Ia menilai aktivitas Bonatua dalam isu ijazah Jokowi dan Gibran merupakan bagian dari upaya membangun eksistensi sekaligus membingkai Gibran secara negatif.
Andi Ungkit Penelusuran Ijazah Jokowi
Andi mengungkit langkah Bonatua dalam menelusuri persoalan ijazah Presiden ke-7 RI Jokowi yang merupakan ayah dari Gibran.
“Kalau kita melihat apa yang dilakukan Bonatua, ya ini salah satu yang dia lakukan untuk menunjukkan validasi dirinya,” ujar Andi kepada fajar.co.id, Selasa (15/9/2026).
Dikatakan Andi, dokumen yang sebelumnya dicari dan disorot Bonatua ternyata hanya berupa fotokopi ijazah yang telah dilegalisasi.
“Ternyata kan gak ada perbedaan antara ijazah pak Jokowi yang analog ya dengan fotokopi yang dilegalisir oleh UGM,” ucapnya.
Andi kemudian menyebut tindakan tersebut sebagai upaya mencari perhatian.
“Jadi apa yang dilakukan itu merupakan sesuatu ya saya katakan lah quote-unquote, pansos seperti itu,” tukasnya.
Andi melihat pola serupa kembali dilakukan Bonatua dalam polemik ijazah Gibran. Ia mengatakan pihaknya telah beberapa kali memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut dalam sejumlah pertemuan.
“Yang dia lakukan ini dan dia gabung dengan Denny Indrayana ya pasti ada maksud-maksud tertentu, bukan lagi yang dia katakan sebagai peneliti independen saya katakan itu,” jelasnya.
Andi Azwan Klaim Ada Framing Negatif terhadap Gibran
Lebih jauh, Andi menuding aktivitas Bonatua telah masuk ke ranah partisan.
“Karena ini sudah partisan ya salah satu dari proksi untuk mencari-cari artinya ada beberapa tugas dan fungsi beberapa orang itu,” sesalnya.
Ia menyebut Bonatua sebagai salah satu pihak yang menurut penilaiannya bertugas mencari data untuk memperkuat pihak lain.
“Salah satunya adalah Bonatua untuk mencari-cari data dan melakukan suatu yang dikatakan quote-unquote penelitian itu,” kata dia.
Andi menyentil nama Denny Indrayana dan pihak-pihak lain yang disebutnya sebagai bagian dari geng Bonatua.
“Dan kemudian dia bersama-sama dengan Denny Indrayana dan geng-gengnya mereka itu untuk melakukan yang suatunya framing kepada Mas Wapres Gibran. Framing negatif itu,” cetusnya.
Sayembara hingga Laporan ke MK
Andi juga menyinggung sayembara dokumen pendidikan Gibran yang sebelumnya digelar Denny Indrayana hingga langkah hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Source link
