News

BBM Sulit Didapat Berbulan-bulan, Said Didu Heran Bahlil Terus Dipuji Prabowo



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Persoalan kelangkaan dan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah daerah belakangan ini menjadi keresahan masyarakat luas.

Aktivis sosial, Muhammad Said Didu, turut menyesalkan sikap pemerintah yang seolah tidak melihat berbagai kesulitan yang tengah dihadapi masyarakat.

Dikatakan Said Didu, kondisi di lapangan justru memperlihatkan beban yang harus ditanggung rakyat.

Salah satunya terlihat dari panjangnya antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM di Sulawesi Selatan.

Said Didu: Rakyat Menderita, Menteri Dipuji

Said Didu mempertanyakan ukuran yang digunakan pemerintah dalam menilai kinerja para menteri di tengah berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat.

Ia menyinggung adanya kesenjangan antara kondisi rakyat di lapangan dengan pujian yang terus diberikan Presiden Prabowo terhadap kinerja Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

“Rakyat menderita, Menteri dipuji. Rakyat bingung apa kriteria yg digunakan Presiden untuk menilai Menterinya,” ujar Said Didu, dikutip fajar.co.id, Kamis (10/9/2026).

Kata dia, persoalan BBM bukan masalah yang baru muncul. Kesulitan masyarakat untuk mendapatkan bahan bakar disebut telah berlangsung selama berbulan-bulan di berbagai daerah.

Antrean Solar di Sulsel Capai 62 Jam

Salah satu kondisi yang disesalkan Said Didu terjadi di Sulawesi Selatan.

Ia menyebut masyarakat harus menghabiskan waktu sangat lama hanya untuk mendapatkan BBM, khususnya solar dan Pertalite.

“Rakyat sudah berbulan-bulan kesulitan dapat BBM di berbagai daerah,” imbuhnya.

Said Didu kemudian memberikan gambaran mengenai kondisi di Sulsel. Menurut dia, antrean untuk mendapatkan solar bahkan bisa berlangsung hingga puluhan jam.

“Contoh di Sulsel utk dapatkan solar harus antri sekitar 36 – 62 jam dan Pertalite sekitar 5-10 jam,” jelasnya.

Kondisi tersebut, menurut pria kelahiran Pinrang ini menunjukkan persoalan BBM yang perlu mendapatkan perhatian serius pemerintah.

Tambang dan Listrik Turut Disoal

Tidak hanya soal BBM, Said Didu juga mengaitkan kondisi tersebut dengan sejumlah persoalan lain di sektor energi.

Ia menyinggung masalah Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan, pemadaman listrik oleh PLN, hingga persoalan Domestic Market Obligation (DMO) batu bara.

“Juga masalah RKAB tambang, mati lampu PLN, dan DMO batubara,” imbuhnya.

Di tengah berbagai persoalan tersebut, Said Didu kembali mempertanyakan sikap Presiden Prabowo yang menurutnya masih memberikan apresiasi terhadap kinerja Menteri ESDM.

Ia menekankan bahwa kondisi tersebut menjadi sesuatu yang membingungkan bagi masyarakat yang justru merasakan langsung dampak persoalan energi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *