AHY Bicara Kekuasaan Hanya Amanah Rakyat, Adi Prayitno Sebut Ada Pesan Tersirat untuk Faksi Politik Solo

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai kekuasaan yang memiliki batas waktu memunculkan spekulasi politik. Pengamat politik Adi Prayitno menilai ucapan tersebut dapat dibaca sebagai pesan kepada salah satu kekuatan politik yang belakangan kembali aktif bergerak.
Adi menduga pesan tersebut mengarah kepada apa yang ia sebut sebagai faksi politik Solo. Ia mengaitkannya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang dalam beberapa waktu terakhir disebut aktif melakukan safari politik dan membangun kekuatan politik.
“Ini seakan-akan ingin memberikan pesan politik khususnya kepada salah satu faksi dan kekuatan politik di negara kita, siapa lagi kalau bukan faksi kekuatan politik Solo,” ujarnya dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Selasa (8/9/2026).
Menurut Adi, aktivitas politik kelompok yang diasosiasikan dengan Solo tersebut dinilai semakin terlihat melalui sejumlah agenda politik. Ia menyebut gerakan tersebut dikaitkan dengan upaya memperkuat figur maupun partai politik tertentu.
“Mengingat belakangan ini faksi kekuatan politik Solo itu di tenggarai selalu melakukan kerja-kerja politik, selalu melakukan safari-safari politik untuk membesarkan salah satu figur ataupun partai politik tertentu,” imbuhnya.
Adi kemudian mengungkit janji Jokowi ketika masih menjadi presiden yang pernah menyatakan akan kembali ke Solo dan menjalani kehidupan sebagai rakyat biasa setelah masa jabatannya berakhir.
“Padahal dulunya faksi dan kekuatan politik Solo itu mengatakan bahwa akan tidak melanjutkan atau misalnya pulang kampung dan tidak akan ada lagi dengan urusan-urusan politiknya,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menjadi dasar Adi dalam membaca kemungkinan adanya pesan tersirat dari pidato AHY. Meski demikian, AHY sendiri dalam pidatonya tidak menyebut Jokowi maupun faksi politik Solo secara spesifik.
Sebelumnya, AHY menyampaikan pernyataan tersebut saat pidato politik dalam rangka peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat. Dalam pidatonya, AHY menekankan bahwa kekuasaan bukan sesuatu yang dapat dimiliki seseorang tanpa batas.
“Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu,” kata AHY.
AHY juga mengajak kader Demokrat dan masyarakat mengambil pelajaran dari pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, masa pemerintahan SBY selama dua periode menunjukkan proses transisi kekuasaan yang berlangsung secara damai, demokratis, dan sesuai konstitusi.
Source link
