News

Dede Budhyarto Balas Respons Deddy Sitorus soal Aksi AMPB: Untung yang Ngomong Politisi Moncong Bodas



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang berujung pada penandatanganan surat komitmen oleh empat pimpinan DPR RI masih menjadi sorotan publik.

Respons anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, terhadap aksi tersebut turut menuai tanggapan.

Salah satunya datang dari mantan Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto. Ia menyoroti perbedaan respons politik yang mungkin muncul ketika pernyataan serupa disampaikan oleh tokoh atau kelompok dengan latar belakang politik berbeda.

Menurut Dede, kondisi tersebut menunjukkan adanya standar ganda dalam menyikapi pernyataan politik.

Dede Sentil Pernyataan Deddy Sitorus

Dede secara terbuka merespons sikap Deddy Sitorus yang sebelumnya menanggapi aksi AMPB.

Ia menilai posisi politik seseorang dapat memengaruhi bagaimana sebuah pernyataan dinilai.

“Untung yang ngomong politisi Moncong Bodas,” ujar Dede, dikutip fajar.co.id, Sabtu (5/9/2026).

Istilah “Moncong Bodas” digunakan Dede untuk menyebut politisi PDI Perjuangan dalam kritiknya terhadap respons Deddy atas aksi AMPB.

Dede kemudian membandingkannya dengan kemungkinan respons apabila pernyataan serupa disampaikan oleh politisi dari partai lain atau kelompok politik berbeda.

“Coba kalimat yang sama keluar dari politisi Partai Gajah atau relawan pendukung Solo, mungkin langsung dicap makar! Anti-demokrasi! Otoriter!” tukasnya.

Dede: Kalimatnya Sama, yang Ngomong Beda

Dede kemudian menegaskan bahwa inti kritiknya adalah perbedaan perlakuan terhadap pernyataan yang dinilai sama, tetapi disampaikan oleh pihak berbeda.

Menurutnya, identitas atau afiliasi politik seseorang dapat membuat sebuah pernyataan mendapatkan penilaian berbeda.

“Kalimatnya sama, yang ngomong beda, vonisnya beda. Begitulah standar ganda,” tegas Dede.

Deddy Sitorus Sebelumnya Soroti Surat Komitmen

Sebelumnya, persoalan surat komitmen dalam aksi AMPB turut dibahas dalam diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) yang dipimpin Karni Ilyas.

Dalam forum tersebut, Deddy Sitorus mempertanyakan konsep surat komitmen yang dibawa dalam gerakan tersebut.

Ia mempertanyakan pihak yang menyusun konsep surat sekaligus menyoroti tidak tercantumnya nama Ketua DPR RI, Puan Maharani.

“Yang Solo juga ngakunya rakyat biasa, tapi saya titip satu pertanyaan ya, Bang Karni, yang konsep surat komitmen itu siapa? Kenapa tidak ada nama Ketua DPR RI di sana?” ucap Deddy.

Mas Botok Sebut Surat Dibuat dari DPR

Menjawab pertanyaan tersebut, Mas Botok menyebut konsep surat komitmen tersebut berasal dari pihak DPR.

“Itu yang membuat dari DPR, Pak Dasco,” kata Botok.

Botok juga mengaku menyayangkan ketidakhadiran Ketua DPR RI Puan Maharani dalam agenda tersebut.

“Kemarin kita juga menyesali tidak hadirnya Ibu Puan,” sesalnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *