Mahfud MD Beri Peringatan untuk NU: Jangan Salahkah Sejarah Jika Gagal Hadapi Tantangan Ini

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut Nahdlatul Ulama (NU) menghadapi tantangan besar di tengah berbagai persoalan yang mengancam Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Mahfud saat menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang beberapa waktu lalu.
Dalam unggahan di akun YouTube pribadinya, Mahfud mengatakan tantangan NU saat ini berada dalam konteks politik. Menurutnya, politik yang dimaksud bukan semata-mata berkaitan dengan partai, melainkan bagaimana membangun kesadaran masyarakat dalam kehidupan bernegara.
Upaya tersebut, kata Mahfud, dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari dakwah hingga pendidikan.
“Tantangan NU ini untuk sekarang, kalau dalam konteks politik, NU dulu membangun penyadaran bahwa kita punya negara, dididik dulu, didakwahi dulu melalui pendidikan,” kata Mahfud MD.
Menurut Mahfud, persoalan kedaulatan negara dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saat ini bukan lagi menjadi tantangan utama NU.
“Urusan kedaulatan negara, NKRI sudah selesai sekarang ini,” jelasnya.
Sebaliknya, Mahfud menilai terdapat persoalan lain yang justru menjadi tantangan besar bagi NU sekaligus mengancam Indonesia, yakni lemahnya penegakan hukum dan maraknya korupsi.
“Tantangan kedua yang harus dihadapi dan mengancam Indonesia adalah lemahnya penegakan hukum dan korupsi yang merajalela,” tuturnya.
Mahfud menegaskan persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius NU. Menurutnya, NU memiliki peran untuk ikut mendorong perbaikan kondisi bangsa, termasuk dalam menghadapi persoalan hukum dan korupsi.
Ia bahkan mengingatkan, kegagalan NU dalam menghadapi tantangan tersebut dapat menjadi bagian dari catatan sejarah.
“Kalau NU tidak bisa mengatasi hal-hal seperti ini, jangan salahkan kalau suatu saat ditulis oleh sejarah,” terangnya.
(Erfyansyah/Fajar)
Source link
