News

Gelar Profesor Denny Indrayana Dipertaruhkan di Sayembara Ijazah Gibran, Heru: Buktikan Uangnya!



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Polemik sayembara untuk menemukan ijazah SMA atau sederajat milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus bergulir.

Besarnya nominal hadiah yang disebut telah mencapai Rp3,5 miliar kini turut menjadi perbincangan publik.

Ketua Gerakan Indonesia Pasti, Heru Subagia, menilai persoalan tersebut tidak lagi sekadar menyangkut dokumen pendidikan Gibran.

Menurutnya, kredibilitas pihak yang menggulirkan sayembara juga ikut dipertaruhkan, terlebih karena sosok tersebut menyandang gelar profesor.

Heru meminta seluruh pihak yang terlibat dalam polemik tersebut mengedepankan transparansi, terutama mengenai aturan sayembara dan kepastian dana hadiah.

Bukan Sekadar Soal Ijazah Gibran

Heru mengatakan polemik yang berkembang seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan mengenai ada atau tidaknya ijazah SMA Gibran.

Menurutnya, publik juga berhak mempertanyakan dasar, mekanisme, serta keseriusan sayembara yang menawarkan hadiah miliaran rupiah tersebut.

“Ini bukan sekadar persoalan ijazah Gibran SMA ada atau tidak. Tetapi sebaliknya justru yang menjadi pertaruhan dari pihak yang membuat kegaduhan pencetus sayembara,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Selasa (25/8/2026).

Ia menilai persoalan tersebut menjadi lebih serius karena dibawa ke ruang publik oleh seorang akademisi dengan reputasi dan gelar profesor.

“Dan karenanya menyangkut kredibilitas seorang profesor ketika membawa isu tersebut ke ruang publik dengan taruhan miliaran rupiah,” tukasnya.

Kredibilitas Gelar Profesor Denny Dipertanyakan

Heru menyebut semakin tinggi gelar akademik seseorang, semakin besar pula ekspektasi masyarakat terhadap sikap dan argumentasi yang disampaikan.

Ia menekankan, gelar profesor tidak seharusnya menjadi alasan bagi publik untuk berhenti mengajukan pertanyaan.

“Semakin tinggi gelar akademik seseorang, semakin tinggi pula ekspektasi publik terhadap konsistensi logika, ketelitian, dan transparansi tindakannya,” tegasnya.

“Jangan sampai gelar profesor terdengar megah, tetapi sayembaranya justru terlihat seperti permainan angka yang aturan dan nominalnya terus berubah,” sambung Heru.

Baginya, publik tetap memiliki hak untuk meminta penjelasan meskipun pihak yang menggulirkan isu tersebut memiliki latar belakang akademik mumpuni.

Hadiah Rp3,5 Miliar Dipertanyakan

Heru secara khusus menyinggung angka hadiah yang disebut telah mencapai Rp3,5 miliar.

Ia mempertanyakan apakah dana tersebut benar-benar tersedia dan siap diberikan kepada pihak yang nantinya mampu memenuhi seluruh persyaratan sayembara.

“Gelar Profesor untuk Denny Indrayana bukan berarti publik harus berhenti bertanya. Justru semakin tinggi posisi intelektual seseorang, semakin pantas pula publik menuntut pembuktian yang terang,” lanjut Heru.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *