Skripsi Jokowi Didigitalkan Duluan, UGM Akhirnya Ungkap Alasan Khusus di Baliknya
PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memberikan penjelasan terkait riwayat akademik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), khususnya mengenai proses digitalisasi skripsinya yang sempat menjadi sorotan di tengah polemik dugaan keaslian ijazah.
Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, menjelaskan bahwa skripsi Jokowi memang didigitalkan lebih dahulu dibandingkan skripsi mahasiswa dari angkatan lainnya.
Namun, menurut Sigit, hal tersebut bukan karena adanya persoalan dalam administrasi akademik. Digitalisasi lebih awal dilakukan karena Jokowi merupakan alumni Fakultas Kehutanan UGM yang kemudian menjadi Presiden Republik Indonesia.
Penjelasan tersebut disampaikan Sigit dalam video klarifikasi yang ditayangkan melalui akun YouTube resmi UGM pada 22 Agustus 2025.
Sigit menerangkan, proses digitalisasi skripsi di Fakultas Kehutanan UGM sebenarnya dilakukan secara bertahap. Dalam kondisi normal, proses tersebut berjalan berdasarkan urutan angkatan.
Skripsi dari angkatan yang lebih baru didigitalisasi terlebih dahulu karena sebagian dokumennya sudah tersedia dalam bentuk digital atau soft file. Sementara dokumen dari angkatan yang lebih lama membutuhkan proses digitalisasi secara bertahap.

Jokowi sendiri merupakan mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 dan menyelesaikan studinya pada 1985.
Menurut Sigit, ada momentum khusus yang membuat skripsi Jokowi kemudian didigitalisasi lebih awal, yakni ketika Jokowi sudah menjabat sebagai Presiden RI dan dijadwalkan melakukan kunjungan ke Fakultas Kehutanan UGM.
“Kita sebagai sebuah institusi pendidikan yang kebetulan alumninya itu menjadi orang nomor satu di Indonesia tentu punya rasa kebanggaan,” ujar Sigit.
Atas dasar itu, pihak fakultas kemudian mengunggah skripsi Jokowi ke Electronic Theses and Dissertations (ETD) UGM.
Sigit menegaskan, proses tersebut dilakukan sebagai bentuk kebanggaan institusi terhadap salah satu alumninya yang berhasil menjadi Presiden Republik Indonesia.
Ia juga menjelaskan bahwa ketika isu dugaan ijazah palsu mencuat pada April, proses digitalisasi skripsi secara normal di Fakultas Kehutanan UGM sebenarnya baru mencapai alumni angkatan 1990.
“Baru sampai tahun 1990, angkatan saya. Nah, sementara skripsinya Pak Joko Widodo itu duluan khusus, karena memang alasannya yang saya sampaikan tadi,” tegasnya.
UGM Tegaskan Skripsi dan Ijazah Jokowi Asli
Sigit menyayangkan munculnya informasi yang dinilainya menyesatkan mengenai riwayat akademik Jokowi, termasuk soal keberadaan dan digitalisasi skripsinya.
Source link
