Menteri Koperasi Sebut Ide KDMP Berawal dari Wangsit Presiden Prabowo, Netizen: APBN Dipertaruhkan

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa gagasan pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih berawal dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku mendapat “wangsit” untuk mendirikan koperasi di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Ferry dalam Seminar Nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal pada Kamis (16/7/2026) pekan lalu.
Ferry meluruskan bahwa istilah “wangsit” yang dimaksud Presiden bukanlah hal yang bersifat mistis.
Penggunaan istilah tersebut merupakan gambaran intuitif munculnya gagasan, yang kemudian diperkuat oleh referensi historis dan akademis seperti Pola Pembangunan Semesta Berencana (1947–1959) sebuah konsep pembangunan berbasis kawasan pedesaan dengan koperasi sebagai instrumen penggerak ekonomi.
“Gagasan itu memiliki landasan historis dan akademis yang merujuk pada Pola Pembangunan Semesta Berencana, yang memuat konsep pembangunan berbasis kawasan pedesaan dengan koperasi sebagai instrumen penggerak ekonomi masyarakat,” urainya, dikutip fajar.co.id dari video yang kini viral, Kamis (23/7/2026).
Kebijakan ini kemudian ditindaklanjuti melalui Instruksi Presiden Nomor 9 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih..
Netizen: APBN Dipertaruhkan Berdasarkan Wangsit
Pernyataan Ferry itu menjadi perhatian publik karena mengungkap proses lahirnya salah satu program prioritas pemerintah.
Dia sekaligus menjelaskan bahwa istilah “wangsit” digunakan Presiden sebagai cara menggambarkan munculnya gagasan yang kemudian diklaim diperkuat oleh referensi pembangunan nasional yang telah lama ada.
Pernyataan terkait penggunaan kata “wangsit” dalam perumusan kebijakan publik ini memicu ragam reaksi dan sindiran dari warganet.
“Besok-besok kalau bikin karya ilmiah gak perlu riset lagi, bilang aja sumbernya dari ‘wangsit’.” ujar akun @kinant***.
“APBN sebesar itu dipertaruhkan hanya berdasarkan wangsit 🤣🤣,” sindir @nov***
“Masih menganut dinamisme ternyata.” kritik akun @doc***.
“Istighfar aja deh biar tetep waras,” cuap netizen lainnya. (sam/fajar)
Source link
