News

Diproses Satset, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke Kejaksaan Pekan Depan, Ada Pengaruh Solo?



PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Polda Metro Jaya menjadwalkan pelimpahan berkas perkara yang menyeret Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa pekan depan. Setelah keduanya ditangkap kemarin, Jumat, 19 Juni 2026.

Hal itu dikonfirmasi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. Dia mengatakan berkas perkara dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) sudah lengkap.

“Rencananya minggu depan akan tahap dua,” kata Kombes Budi dikutip Sabtu (20/6).

Dia mengungkapan, kedua tersangka dijerat pidana atas dugaan pencemaran nama baik dan pencemaran nama baik dengan sarana teknologi informasi dan atau fitnah dengan sarana teknologi informasi dan atau manipulasi, penciptaan, perubahan, pengrusakan informasi elektronik yang dianggap seolah-olah data yang otentik dan atau mengubah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik milik orang lain.

Sangkaan itu merujuk Pasal 310 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP dan Pasal 433 ayat (1) juncto Pasal 441 ayat (1) dan atau Pasal 434 ayat (1) juncto Pasal 441 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan atau Pasal 35 juncto Pasal 51 ayat (1) dan atau Pasal 32 ayat (1) juncto Pasal 48 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 126 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Ada Pengaruh Solo

Sebelumnya, Ketua Kagama Cirebon Raya, Heru Subagia, menilai isu tersebut tidak lepas dari pengaruh Solo.

Di sisi lain, dia melihat, dinamika politik nasional yang saat ini tengah diwarnai berbagai polemik, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hingga gerakan mahasiswa yang belakangan menjadi sorotan.

Menurutnya, perhatian publik saat ini sebenarnya sedang tertuju pada sejumlah isu yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Heru menekankan bahwa terdapat banyak persoalan yang sedang menjadi bahan diskusi publik dan mendapat perhatian luas dari masyarakat.

“Pada dasarnya saya melihat ada permainan politik dan manajemen publik yang dilakukan Jokowi,” kata Heru kepada fajar.co.id, Jumat (19/6/2026).

Dia menilai uang gerak politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi saat ini semakin banyak dikaitkan dengan polemik ijazah.

Karenanya, isu tersebut kembali mendapat perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir.

“Selanjutnya, porsi kegiatan politik Jokowi saat ini mengalami penyempitan berkaitan dengan polemik ijazah,” bebernya.

Dia menduga terdapat upaya untuk kembali menarik perhatian publik ke isu tersebut.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *