News

Reza Sudrajat: Yang Butuh MBG Bukan Pelajar, tapi Pengusaha Dapur



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Guru honorer Reza Sudrajat kembali melontarkan kritik menohok menanggapi protes sejumlah mitra dapur terkait edaran Badan Gizi Nasional (BGN) yang menghentikan sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah.

Reza mengaku semakin yakin bahwa pihak yang paling berkepentingan terhadap keberlanjutan program tersebut bukanlah para siswa penerima manfaat, melainkan para mitra dan pelaku usaha yang terlibat dalam penyediaan makanan.

“Udah kelihatan banget, yang butuh MBG itu sebenarnya bukan pelajar, tapi mitra dan pengusaha dapur,” ujar Reza, dikutip fajar.co.id, Sabtu (20/6/2026).

Ia juga menyindir posisi pelajar yang menurutnya seolah tidak menjadi pertimbangan utama dalam polemik yang muncul setelah penghentian sementara program tersebut.

“Pokoknya pebisnis dapur itu di atas segala-galanya, kita mah dianggapnya cuma odong-odong,” tandasnya.

Mitra Dapur Tolak Penghentian MBG Saat Libur Sekolah

Kebijakan penghentian sementara Program MBG selama masa libur sekolah menuai penolakan dari sejumlah mitra pelaksana di lapangan.

Mereka menilai keputusan tersebut tidak hanya menghentikan aktivitas dapur layanan, tetapi juga berdampak langsung terhadap relawan, pelaku UMKM, hingga rantai pasok bahan pangan yang selama ini menopang program tersebut.

Keberatan itu disampaikan Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Mitra Badan Gizi Indonesia (DPP GAPEMBI).

Organisasi tersebut menilai penghentian sementara program selama liburan sekolah berpotensi menimbulkan persoalan baru bagi para pihak yang selama ini terlibat dalam pelaksanaannya.

Ketua Umum DPP GAPEMBI, Alven Stony, mengatakan pihaknya secara tegas menolak Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026 yang mengatur penghentian sementara operasional MBG selama masa libur sekolah.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak sejalan dengan petunjuk teknis yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai dasar pelaksanaan program.

“Menolak SE Nomor 12 tanggal 17 Juni 2026 yang bertentangan dengan SK Kepala Badan Gizi Nasional atas Juknis Nomor 401.1 tanggal 29 Desember 2025,” kata Alven dalam konferensi pers, kemarin.

Relawan dan Pemasok Disebut Ikut Terdampak

Selain mempersoalkan aspek regulasi, GAPEMBI juga menyoroti dampak ekonomi yang muncul akibat terhentinya aktivitas dapur MBG selama masa liburan.

Alven menjelaskan, penghentian operasional membuat banyak relawan tidak lagi memiliki aktivitas kerja sehingga kehilangan kesempatan memperoleh honor.

Di sisi lain, para pemasok bahan pangan juga menghadapi penurunan permintaan yang berpotensi menyebabkan hasil produksi mereka tidak terserap pasar.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *