Rupiah Remuk, Tembok Utang Rp833 Triliun Mengintai, Islah Bahrawi: Semua Rekor Buruk Pecah

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Utang jatuh tempo, rupiah anjlok, APBN jebol. Indonesia hadapi “tembok utang” Rp833,96 triliun pada 2026 — tertinggi sepanjang sejarah.
Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, menyoroti rentetan rekor buruk ekonomi RI. Mulai dari beban utang, nilai tukar, hingga defisit APBN.
“Utang jatuh tempo kita di 2026 sebesar Rp833 T. Tertinggi dalam sejarah,” kata Islah dikutip dari Threads, Jumat (24/4/2026).
Rupiah Tembus Rp17.278, BBM Tertinggi
Tak cuma utang. Rupiah juga disorot. Per 24 April 2026, kurs rupiah menyentuh Rp17.278 per USD.
“Rupiah kita anjlok ke hampir 17.200. Paling remuk dalam sejarah,” ujarnya.
Harga BBM pun disebut meroket ke level tertinggi. Pemerintah memang menaikkan harga BBM nonsubsidi April ini. “BBM naik ke angka paling tinggi dalam sejarah,” klaim Islah.
APBN Maret 2026 juga defisit Rp240,1 triliun. “APBN paling defisit dalam sejarah,” imbuhnya.
“Semua rekor sejarah terpecahkan,” kritik Islah.
Sentil Loyal Prabowo: Ayo Nangis Sekarang
Islah menyentil loyalis Presiden Prabowo Subianto. Ia mengingatkan momen kampanye dulu.
“Yang dulu nangisin Prabowo waktu kampanye? Ayo, nangislah sekarang. Hehehe,” pungkasnya.
Laporan ISEAI: Puncak Siklus Utang 2025-2036
Beban utang jumbo 2026 bukan isapan jempol. Laporan Analisis Kritis Keberlanjutan Utang Indonesia 2026 dari Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) menyebut Indonesia hadapi ‘tembok utang’ atau debt wall.
“Di 2026 ini semakin terlihat bahwa Indonesia harus menghadapi ‘tembok utang’ (debt wall) dengan nilai jatuh tempo yang mencapai Rp 833,96 triliun. Angka ini merupakan puncak tertinggi dalam siklus pembayaran utang selama periode 2025-2036, meningkat dari beban tahun 2025 yang sebesar Rp 800,33 triliun,” tulis laporan itu pada Senin (20/4/2026).
Source link
