News

Tak Mau Ada Karangan Bunga! Selasa Depan 3 Guru Besar UIN Alauddin Dikukuhkan, Serukan Ekoteologi



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Beda dari biasanya. Pengukuhan guru besar di UIN Alauddin pekan depan diprediksi tanpa karangan bunga. Bukan tak menghargai, tapi demi jaga substansi akademik.

Dosen UIN Alauddin Makassar, Wahyuddin Halim, bakal dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Selasa, 28 April 2026. Acara Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dijadwalkan digelar di auditorium kampus tersebut.

Lewat unggahannya, Wahyuddin mengundang kolega, kerabat, dan sivitas akademika hadir. Tapi ada satu pesan tegas yang disampaikan lebih awal: tidak menerima karangan bunga.

“Dengan penuh syukur, kami sampaikan bahwa Insya Allah pada Selasa, 28 April 2026, kami akan dikukuhkan sebagai Guru Besar di UIN Alauddin Makassar,” ujar Wahyuddin melalui pesan WhatsApp kepada fajar.co.id, Kamis (23/4/2026).

Ia menegaskan, penolakan karangan bunga bukan bentuk anti-apresiasi. Justru sebaliknya.

“Kami tidak menerima karangan bunga. Bukan karena kami tidak menghargai niat baik di baliknya, justru sebaliknya. Kami ingin momen ini tetap fokus pada substansinya sebagai forum akademik, sederhana dalam penampilan, dan bebas dari limbah kertas yang tidak perlu,” tegasnya.

Usung Semangat Ekoteologi Kemenag

Langkah ini sejalan dengan semangat ekoteologi yang diusung Kementerian Agama RI. Wahyuddin ingin pengukuhan guru besar tak jadi ajang seremoni penuh limbah.

“Ini juga sejalan dengan semangat ekoteologi yang diusung Kemenag RI,” ujarnya lagi.

Di tengah tren pengukuhan akademik yang kerap dibanjiri karangan bunga hingga menumpuk di halaman kampus, sikap Wahyuddin jadi angin segar. Fokus pada ilmu, bukan pada pajangan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *