Hendri Satrio Sebut Keresahan JK Soal Ijazah Jokowi Mewakili Suara Rakyat

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai keresahan yang disampaikan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merupakan cerminan kegelisahan publik yang lebih luas.
Pria yang akrab disapa Hensa itu menyebut, wajar jika JK merasa tersinggung atas serangan yang datang dari sejumlah relawan atau pendukung Jokowi. Namun, menurutnya, persoalan tersebut seharusnya tidak terus dibiarkan berkembang tanpa arah yang jelas.
Hensa menilai, polemik ijazah Jokowi yang berlarut-larut justru memicu pertanyaan di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa apa yang disuarakan JK bukanlah kepentingan pribadi, melainkan bagian dari keresahan yang juga dirasakan publik.
“Concern Pak JK tentang ijazah Pak Jokowi ini memang concern umum, seluruh rakyat Indonesia. Kenapa begitu lama dan bertele-tele? Padahal ada contoh seperti Hakim MK Arsul Sani yang langsung menunjukkan ijazahnya dan selesai,” ujar Hensa kepada wartawan.
Menurut Hensa, argumen yang selama ini disampaikan Jokowi—bahwa pihak yang menuduh harus membuktikan—tidak sepenuhnya relevan dalam konteks seorang mantan presiden. Ia menilai, posisi Jokowi sebagai tokoh bangsa justru menuntut adanya langkah yang lebih terbuka untuk menjawab keraguan publik.
“Kalau Pak Jokowi bukan presiden ketujuh dan bukan tokoh bangsa, mungkin argumen itu bisa diterima. Tapi justru karena statusnya, dibutuhkan langkah yang tidak biasa untuk dipertontonkan kepada publik,” ujarnya.
Source link
