News

Siswa SMK NU yang Surati Prabowo Tolak MBG Mengaku Dapat Teror dan Ancaman



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Siswa SMK NU Miftahul Falah Kudus, Muhammad Rafif Arsya Maulidi, mengaku mengalami intimidasi setelah menulis surat terbuka kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.

Surat tersebut berisi penolakannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta usulan agar anggarannya dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

Arsya yang duduk di kelas XI jurusan Desain Komunikasi Visual itu menyebut dirinya menerima pesan bernada ancaman melalui media sosial.

Pesan tersebut membuatnya merasa tidak nyaman karena datang dari pihak yang tidak dikenal.

Terima Pesan Ancaman Lewat Instagram

Arsya mengungkapkan intimidasi diterimanya melalui Direct Message (DM) Instagram. Pengirim pesan disebut mengaku memiliki dukungan tertentu.

“Saya dapat pesan di Instagram, isinya ancaman dari seseorang yang mengaku punya bekingan, tetapi saya merasa saya tidak bersalah,” ungkap Arsya dikutip fajar.co.id, Selasa (7/4/2026).

Ia menduga pesan tersebut berkaitan dengan surat terbuka yang sebelumnya ia tulis.

Bahkan, intimidasi itu disebut berasal dari seseorang yang mengaku sebagai karyawan Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG), pemasok program MBG di sekolahnya.

Tolak MBG, Minta Anggaran untuk Guru

Arsya menjelaskan alasan penolakannya terhadap program MBG. Ia berharap anggaran program tersebut dapat dialihkan untuk mendukung kesejahteraan para guru.

Menurutnya, kebijakan tersebut akan lebih bermanfaat bagi dunia pendidikan.

Ia juga mengaku tidak keberatan jika jatah program yang seharusnya diterimanya digunakan untuk kepentingan pengajar.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *